Pra MPLS Sementara Tetap Digelar di Pendapa
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Nganjuk terpaksa belum bisa dimulai sesuai jadwal.
Penyebabnya, pembangunan gedung sekolah hingga Kamis (30/7) masih belum rampung.
Padahal, berdasarkan jadwal awal, KBM seharusnya dimulai pada Jumat (31/7).
Belum Ada Jadwal KBM
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, hingga kini belum ada kepastian kapan kegiatan belajar mengajar akan dimulai.
"Belum ada jadwal, kemungkinan akan diteruskan pra MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)," ujarnya.
Marhaen menjelaskan, pembelajaran memang direncanakan dimulai pada 31 Juli.
Namun, rencana tersebut terpaksa ditunda karena proses pembangunan sekolah belum selesai sepenuhnya.
Alat Berat Masih Beroperasi
Menurut Marhaen, beberapa ruang kelas sebenarnya telah selesai dibangun.
Meski demikian, aktivitas pembangunan di kawasan sekolah masih berlangsung.
Alat-alat berat masih beroperasi di lokasi sehingga dinilai belum aman untuk kegiatan belajar mengajar.
"Ditakutkan proses pembangunan yang belum selesai dapat membahayakan siswa," tambahnya.
Ditargetkan Mulai Agustus
Saat ditanya kapan KBM akan dimulai, Marhaen mengaku belum bisa memastikan.
Meski begitu, dia berharap kegiatan belajar mengajar sudah dapat dilaksanakan pada Agustus.
Hal itu sejalan dengan target penyelesaian proyek yang dijadwalkan rampung pada akhir Agustus.
Pra MPLS Masih Berlangsung di Pendapa
Sambil menunggu sekolah siap digunakan, ratusan siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA masih mengikuti kegiatan pra MPLS di Pendapa KRT Sosrokoesoemo.
Seperti pelaksanaan sebelumnya, kegiatan juga memanfaatkan Ruang Anjuk Ladang di lingkungan Pemkab Nganjuk.
Pra MPLS akan terus dilaksanakan hingga gedung Sekolah Rakyat siap digunakan untuk pembelajaran tatap muka.
"Semoga KBM dapat segera dilakukan secara tatap muka," harap Marhaen.
Proyek Didanai APBN Rp 911 Miliar
Sebagai informasi, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 911 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Anggaran yang bersumber dari APBN tersebut digunakan untuk membangun Sekolah Rakyat di Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan.
Proyek pembangunan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.
Sesuai kontrak, pembangunan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.
(wib/tyo)
Editor : Miko