Kepala SMKN 1 Nganjuk Garuk Wiyono Heru menjadikan lulusannya memiliki banyak pilihan. Selain bisa langsung kerja dan membuka lapangan kerja, lulusan SMKN 1 Nganjuk juga bisa kuliah. Bahkan, tahun ini, Gaguk sukses mengantarkan puluhan siswa menembus Perguruan tinggi negeri (PTN).
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
PENGALAMAN Gaguk Wiyono Heru sebagai kepala SMKN di Kabupaten Nganjuk sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Karena selama 12 tahun menjadi kepala sekolah, Gaguk sudah memimpin enam sekolah berbeda. Empat diantaranya sebagai kepala sekolah definitif. Sedangkan, dua sisanya menjadi pelaksana tugas (Plt).
Kini pengalaman itu sedang dibagikan di keluarga besar SMKN 1 Nganjuk. Karena sejak tahun lalu, pria yang saat ini berusia 58 tahun itu resmi menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Nganjuk. “Sebelumnya saya menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Gondang,” ujarnya.
Setelah menjabat, Gaguk mengaku ingin langsung tancap gas. Targetnya tidak hanya ingin mengembangkan ilmu kejuruhan siswa. Namun juga ilmu akademik hingga non akademik. Ya benar, Gaguk tidak hanya ingin fokus menyiapkan siswanya di dunia kerja. Namun juga ke jenjang pendidikan berikutnya. Salah satunya ke perguruan tinggi negeri.
Gaguk tentu memiliki alasan terkait kebijakannya itu. Salah satu alasannya karena tren peningkatan siswa SMKN 1 Nganjuk yang masuk ke perguruan tinggi negeri. Tiap tahunnya, menurut Gaguk, jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri terus bertambah. Bahkan, di tahun lalu, ada sekitar 60 siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri. Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dibanding beberapa SMA negeri di Kabupaten Nganjuk.
Kesempatan itu tentu ingin dimaksimalkan oleh Gaguk. Alih-alih menyiapkan siswa untuk bekerja, Gaguk juga menyiapkan siswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. “Ilmu kejuruhan dan akademik harus seimbang di SMKN 1 Nganjuk,” tambahnya.
Namun di lain sisi, SMKN 1 Nganjuk tetap mendorong siswanya untuk berani terjun ke dunia kerja. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan di Indonesia. Dengan kerjasama itu, menurut Gaguk, banyak siswa yang lebih mudah diterima di banyak perusahaan di Indonesia. “Bahkan magang di bulan Juni hingga Desember ini banyak siswa saya yang magang ke luar pulau. Sampai ke Kalimantan,” pungkasnya. (tyo)
Editor : rekian