NGRONGGOT, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Lebih dari 70 peserta SD/MI se-Kecamatan Ngronggot tampil di ajang Pildacil yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kecamatan Ngronggot.
Salah satu pidato bertema toleransi mencuri perhatian karena dinilai relevan dengan tantangan kebangsaan saat ini.
Baca Juga: Mengintip Pedagang Bendera di Kota Angin saat Agustusan
Kegiatan religi itu berlangsung di Pendopo Kecamatan Ngronggot pada Kamis (13/8) mulai pukul 08.00 WIB.
Lomba ini merupakan rangkaian lanjutan setelah Lomba MTQ yang digelar sehari sebelumnya.
Camat Ngronggot, Mohamad Makrup, mengapresiasi semangat para peserta. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar mencari juara, tetapi juga membentuk karakter dai cilik yang moderat.
Baca Juga: Jadi Kostum Daur Ulang Keren untuk Agustusan
"Tujuan kegiatan ini selain mencari bibit dai juga membentuk dai yang moderat dan membangun. Mereka harus mampu menyampaikan pesan keberagaman dan gotong royong," kata Makrup di sela acara.
Salah satu momen paling menyentuh datang salah satu peserta yang membawakan pidato bertema toleransi.
Baca Juga: Gebyar Seni Ngatas Angin Meriahkan Agustusan ke-80 di Kecamatan Ngetos
Dengan suara tenang dan bahasa sederhana, ia mengajak hadirin memaknai perbedaan sebagai kekayaan bangsa, bukan pemecah belah.
Pesan dari peserta itupun mendapat tepuk tangan paling meriah dari penonton, guru, dan orang tua yang hadir.
Baca Juga: Meriahkan Agustusan dengan Pentas Sendratari
Makrup menilai kematangan penyampaian itu menunjukkan kedewasaan nilai keagamaan anak-anak Ngronggot.
"Anak-anak sekarang sudah paham bahwa agama mengajarkan saling menghormati. Ini modal penting untuk masa depan bangsa," ujarnya.
Baca Juga: Agustusan, Tiga Monumen Penanda Sejarah di Nganjuk Ini Bisa Anda Kunjungi
Panitia mencatat total peserta mencapai lebih dari 70 sekolah. Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh antusiasme sejak awal hingga akhir.
Editor : rekian