Peringati HUT RI ke-81: Puisi ‘Benderaku Tercabik’ Mengoyak Sunyi di Gedung Juang Nganjuk

rekian • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:06 WIB

 

Kepala MTs Aisyiyah Nganjuk Aris Nasution SE, MPd memberikan Anugerah Juang Pendidikan di Hari Kemerdekaan RI ke-81
Kepala MTs Aisyiyah Nganjuk Aris Nasution SE, MPd memberikan Anugerah Juang Pendidikan di Hari Kemerdekaan RI ke-81

NGANJUK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Hembusan angin kemerdekaan memeluk pelataran Gedung Juang Nganjuk pada Senin pagi (17/8). Sekitar pukul 07.00 WIB, suasana khidmat perlahan menjelma menjadi ruang perenungan batin yang begitu mengharu biru. 

Pagi tadi, bukan sekadar seremoni upacara biasa. Ada getar yang merayap di dada ketika Aris Nasution, SE. MPd, Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk yang berdiri tegak sebagai pembina upacara. Serta Danu Aji Setiawan, S.Pd yang menjadi petugas pembaca teks proklamasi yang menjadi wakil dari Dewan Guru SD Aisyiyah 1 Nganjuk.  

Baca Juga: MTs Aisyiyah 1 Nganjuk Gelar Edu Trip ke Jakarta, Tingkatkan Rasa Percaya Diri dan Kemandirian Siswa

Upacara HUT RI ke-81 tahun ini, Aris menyematkan Anugerah Juang Pendidikan kepada enam orang yang sudah lama mengabdi di MTs Aisyiyah Nganjuk. Mereka yang menerima anugerah itu adalah staf MTs Aisyiyah 1 Nganjuk dengan kategori mengabdi selama 10 tahun yaitu Bapak Winarno dan Bapak Pairan (Mbah RAN). 

Peserta upacara HUT RI ke-81 di Gedung Juang Nganjuk hormat bendera.
Peserta upacara HUT RI ke-81 di Gedung Juang Nganjuk hormat bendera.

 

Kemudian kategori guru sudah mengabdi lebih 10 tahun adalah Ibu Mertha Ike Andriani. Dan terakhir adalah kategori guru mengabdi hampir 10 tahun Ibu Nikma tus Shalihah, Ibu Istiqamah, dan Ibu Binti Nasiha. Selain guru juga ada tokoh yakni Bapak Ir. H Johan Widiatmiko, Bapak Drs. H Nurbiyantoro dan Bapak H A Budiono,

Baca Juga: Dampingi Jemaah Haji Lansia Pakai Kursi Roda, Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk Jadikan Masryiah sebagai Motivasi bagi Yang Muda

Saat Aris berada di podium amanat, keheningan kian membeku. Tiada untaian pidato panjang berbalut retorika kaku yang terlontar. Dengan suara yang sarat getaran kalbu, ia menumpahkan jeritan sejarah melalui bait-bait puisi karyanya yang bertajuk “Benderaku Tercabik”.

Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk Aris Nasuti memberikan anugerah Juang Pendidikan di momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81.
Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk Aris Nasuti memberikan anugerah Juang Pendidikan di momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81.

 

Setiap kata meluncur laksana rintihan saksi bisu masa lalu yang mengiris kalbu. Di hadapan tunas-tunas bangsa yang menatap terpaku, Aris membawa angan mereka melintasi lorong waktu—mengenang merahnya darah pengorbanan dan putihnya ketulusan para pahlawan yang telah merajut nusantara menjadi satu tarikan napas.

Baca Juga: SD 'Aisyiyah 1 Nganjuk Semarakkan Peringatan Hari Santri Nasional

“Pantang menangis karena lapar dan haus. Tetaplah melangkah walau tapak berdarah...” ucap Aris dengan intonasi lirih namun membakar sanubari, menitipkan pesan agar anak-anak didiknya tak gentar menatap kerasnya hidup demi menggapai ilmu.

Kata-kata itu jatuh bagai tetes embun di tengah dahaga, meresap ke dalam dada anak-anak yang mendengarkannya dengan mata berbinar dan rasa haru yang membuncah.

Peserta upacara HUT RI ke-81 mengenakan seragam khas pencak silat Tapak Suci.
Peserta upacara HUT RI ke-81 mengenakan seragam khas pencak silat Tapak Suci.

 

Baca Juga: MTs 'Aisyiyah 1 Nganjuk Pasang Target Juara!

Puisi itu akhirnya ditutup dengan ratapan pengharapan yang tulus: sebuah seruan untuk merapatkan barisan, menyatukan langkah yang rapuh, dan bersama-sama merawat ibu pertiwi dalam satu dekapan nusa dan bangsa.

Upacara pun purna, namun gema puisi tentang bendera yang tercabik itu masih tertinggal, mengambang di udara Gedung Juang, dan abadi di relung hati setiap anak yang hadir.

 

Puisi lengkap karya Aris Nasution: 

Bendaraku Tercabik

Nyanyian merdu tak nyaring didengar

Bermacam lara menghantar ke pusara

Sinar mentari tak dirasa kehangatan

Berlimpah padi tidak mengusir lapar

Derasnya hujan namun  haus dirasakan

 

Beruntung dengan menimpa sekitarnya

Berjaya dengan menggulung tetangganya

Bersukses dengan merampok saudaranya

Bersaing dengan memenggal harapan duafa

 

Indonesia terlalu indah alamnya

Nusantara yang luas didamba semua negeri

Kesuburan berbuah riuh membangunya

Compang dan camping Pertiwi bersolek

 

Negeriku disatukan oleh sang saka

Sang saka terhormat melambai semua harapan

Bendera berkibar memanggilmu

Bendera robek menunggumu

Bendera kusut memandangmu

Bendera nan gagah berani

Bendera nan bersih berseri

 

Kini semakin pudar keberaniann

Kini semakin susah untuk berseri

Sang saka tercabik oleh keangkuhan

Sang saka tercabik oleh keserakahan

Sang saka tercabik oleh banyak kebohongan

Sang saka berderai bertumpah darah

 

Hai anak anaku

Tak pantas menyerah untuk berjuang

Pantang mundur untuk terus belajar

Pantang menangis karena lapar dan haus

Tetap melangkah walau telapak berdarah

Tebalkan diri meraih asa mu

 

Mari bangun negeri, bersatu dalam nusa dan bangsa.

 

Editor : rekian
HUT RI ke-81 MTs Aisyiyah Nganjuk Gedung Juang Nganjuk Aris Nasution aisyiyah