Bupati Marhaen Ajak Mahasiswa Unesa Berpikir Strategis Wujudkan Kedaulatan Pangan

Karen Wibi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:06 WIB
Bupati Marhaen menjadi narasumber di Unesa Surabaya
Bupati Marhaen menjadi narasumber di Unesa Surabaya

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan. Salah satu langkah nyata dilakukan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dengan menjadi narasumber di hadapan 500 mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa siang (18/8).

 

Dalam kegiatan tersebut, bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menyampaikan materi bertajuk “Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional”. Di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa, Marhaen menekankan pentingnya generasi muda memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan berpikir strategis.

 

Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan. Seorang pemimpin juga harus mampu membaca situasi, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, serta memahami konsekuensi dari setiap langkah yang diambil.

 

Untuk memudahkan mahasiswa memahami konsep tersebut, Marhaen menganalogikannya dengan permainan catur. Dalam permainan catur, seorang pemain tidak bisa asal menggerakkan bidak. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan melihat posisi seluruh bidak serta kemungkinan langkah lawan.

 

“Kalau bermain catur, kita tidak hanya memikirkan satu langkah. Harus memikirkan langkah berikutnya dan konsekuensinya,” jelas Marhaen.

 

Analogi tersebut, lanjut dia, juga berlaku dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pengambil kebijakan maupun para ahli dituntut mampu membaca berbagai variabel yang saling berkaitan. Mulai dari produksi, distribusi, perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, perilaku masyarakat, hingga dinamika ekonomi.

 

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan teknis. Mereka juga perlu memiliki pola pikir strategis agar mampu melihat persoalan secara menyeluruh.

 

Marhaen menegaskan, ketahanan pangan bukan semata-mata persoalan bagaimana menghasilkan pangan dalam jumlah besar. Lebih dari itu, pangan harus mampu tersedia secara berkelanjutan, mudah dijangkau masyarakat, memiliki kualitas yang baik, serta mampu menopang kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

 

“Generasi muda harus mampu melihat persoalan pangan secara utuh. Bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana pangan tersedia, terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan,” tandasnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, Marhaen berharap mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai ketahanan pangan. Namun, juga terdorong untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki kepemimpinan kuat dan mampu mengambil peran dalam menghadapi tantangan pembanguna

n di masa mendatang.

Editor : Karen Wibi
UNESA Surabaya pemkab nganjuk Marhaen Djumadi bupati nganjuk