Dosen Universitas PGRI Mpu Sindok Perkuat Produksi UMKM Sri Widodo melalui Teknologi Tepat Guna

rekian • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:36 WIB
Tim Dosen Universitas PGRI Mpu Sindok menyerahkan Teknologi Tepat Guna untuk UMKM Sri Widodo di Desa Loderesan, Kecamatan Baron.
Tim Dosen Universitas PGRI Mpu Sindok menyerahkan Teknologi Tepat Guna untuk UMKM Sri Widodo di Desa Loderesan, Kecamatan Baron.

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Tim dosen Universitas PGRI Mpu Sindok (UPMS) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat untuk memperkuat kapasitas produksi dan kemandirian UMKM Sri Widodo, usaha olahan rempah yang berada di Desa Loderesan, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Melalui penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, serta pendampingan manajemen usaha, kegiatan ini diarahkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat tata kelola usaha agar mampu mengimbangi perkembangan pasar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun pendanaan 2026 tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang dilaksanakan melalui dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua tim pelaksana kegiatan oleh Addin Zuhrotul Aini, M.Pd., dengan anggota Dr. Vera Septi Andrini, M.M. dan Dessy Srikandi, M.T. dari UPMS. Program menyasar UMKM Sri Widodo yang dikelola Sri Kadarwati bersama anggota mitra dan selama ini memproduksi berbagai olahan rempah. Antara lain bubuk jahe, kunyit, temulawak, kencur, teh rempah, manisan jahe, serta manisan kencur.

Ketua tim pelaksana, Addin Zuhrotul Aini, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan karena perkembangan pemasaran UMKM Sri Widodo sudah cukup baik, tetapi belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas produksi di sisi hulu.

“Produk UMKM Sri Widodo telah memiliki PIRT dan sertifikat halal serta dipasarkan melalui media sosial, marketplace, pameran, toko, dan apotek. Tantangannya kemudian adalah bagaimana peningkatan permintaan tersebut dapat diimbangi oleh proses produksi yang lebih cepat, konsisten, dan dikelola dengan baik,” jelas Addin.

Sebelum program berjalan, proses pengolahan rempah di UMKM Sri Widodo masih banyak mengandalkan cara-cara manual. Mulai dari pengupasan, perajangan, pengeringan, hingga pembubukan dilakukan dengan peralatan sederhana. 

Melalui program pengabdian ini, tim dosen UPMS kemudian menghadirkan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Perubahan ini membuat proses produksi menjadi lebih praktis dan tidak lagi terlalu bergantung pada tenaga manual maupun kondisi cuaca. 

Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama kini dapat dilakukan dengan lebih cepat. Sehingga mitra memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan konsumen secara lebih konsisten.

Bagi UMKM Sri Widodo, kehadiran teknologi tersebut bukan sekadar mengganti alat lama dengan mesin baru. Tetapi menjadi bagian dari perubahan cara kerja menuju proses produksi yang lebih efisien, tertata, dan siap berkembang.

Selain teknologi produksi, tim pengabdian juga memperkenalkan pendekatan penguatan manajemen melalui SOP manajemen produksi, SOP pencatatan keuangan, serta buku kas sederhana. Hal ini dilakukan agar peningkatan kapasitas produksi berjalan seiring dengan tertib administrasi dan pengelolaan usaha.

Addin menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup dilakukan hanya dengan memberikan mesin. “Teknologi akan memberikan dampak lebih kuat apabila pelaku usaha juga memahami cara mengoperasikan, merawat, dan mengintegrasikannya dengan sistem kerja yang terstandar. Karena itu, program kami memadukan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan manajemen,” ujarnya.

Melalui rangkaian program tersebut, UMKM Sri Widodo selanjutnya diarahkan untuk mampu meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM, penerapan teknologi tepat guna diharapkan tidak sekadar mempercepat proses produksi, tetapi juga membangun sistem usaha yang lebih efisien, terstandar, dan mandiri. 

Penguatan UMKM Sri Widodo menjadi contoh bahwa inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan daya saing produk berbasis potensi rempah lokal sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.
 
Program: Pengabdian kepada Masyarakat
Skema: Pemberdayaan Berbasis Masyarakat
Ruang Lingkup: Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat
Tahun Pendanaan: 2026
Mitra: UMKM Sri Widodo, Desa/Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk
Didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Editor : rekian
Kecamatan Baron PGRI Mpu Sindok nganjuk umkm UPMS