SMK PGRI 1 Nganjuk Bekali Siswa dengan Keterampilan Jurnalistik untuk Karir Masa Depan

Karen Wibi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:23 WIB
Satu kelompok peserta pelatihan jurnalistik sedang merekam aktivitas rekannya saat praktik membuat konten video di aula SMK PGRI 1 Nganjuk.
Satu kelompok peserta pelatihan jurnalistik sedang merekam aktivitas rekannya saat praktik membuat konten video di aula SMK PGRI 1 Nganjuk.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Puluhan siswa SMK PGRI 1 Nganjuk tampak antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar bersama Jawa Pos Radar Kediri (JPRK). Tak hanya mendengarkan teori, para siswa juga langsung praktik memotret hingga membuat konten video.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Agustus 2026, tersebut diikuti 60 siswa kelas X dan XI. Peserta merupakan perwakilan dari sejumlah ekstrakurikuler (ekskul), termasuk jurnalistik, serta siswa program studi Desain Komunikasi Visual (DKV).
Kegiatan berlangsung di aula SMK PGRI 1 Nganjuk. Sejak hari pertama, peserta tidak hanya dikenalkan dengan teknik dasar jurnalistik, tetapi juga diajak memahami bagaimana sebuah informasi dikemas agar menarik sekaligus tetap bertanggung jawab.
Kepala SMK PGRI 1 Nganjuk Drs. Lukman, M.Pd. mengatakan, keterampilan yang diperoleh siswa dalam pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik, fotografi, dan videografi dapat menjadi bekal yang berguna bagi siswa ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
“Harapannya, hasil pelatihan jurnalistik ini tidak berhenti di sini. Namun perlu dikembangkan. Bisa menjadi bekal setelah lulus, bahkan menjadi jalan meniti karir masa depan,” ujar Lukman saat membuka kegiatan, Rabu (20/8).

Tak Cukup Jago Membuat Konten

Lukman juga mengingatkan siswa agar tidak hanya mengejar kemampuan teknis dalam membuat foto maupun video.
Menurut dia, pemahaman mengenai etika jurnalistik juga menjadi bagian penting. Terlebih, produk jurnalistik maupun konten yang dibuat siswa nantinya bisa dikonsumsi oleh banyak orang.
Karena itu, keterampilan harus berjalan beriringan dengan kejujuran dan tanggung jawab.
“Tidak terampil saja, tetapi lebih penting jujur dan beretika,” tegasnya.
Ia berharap peserta, khususnya siswa yang aktif di ekskul jurnalistik dan DKV, dapat mengikuti pelatihan dengan serius. Kemampuan mengolah foto dan video, lanjutnya, bisa menjadi sarana untuk menyampaikan informasi secara kreatif, menarik, dan efektif.

Belajar Fotografi Tak Hanya dari Teori

Pada hari pertama, materi difokuskan pada fotografi. Fotografer JPRK Wahyu Adji F tidak hanya menjelaskan teori mengenai teknik menghasilkan foto yang menarik sesuai kaidah jurnalistik.
Siswa juga langsung diajak mempraktikkan materi yang telah diberikan.
Salah satu praktik dilakukan dengan memotret produk khas SMK PGRI 1 Nganjuk. Dari hasil jepretan tersebut, siswa kemudian dapat melihat sendiri bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
“Dari foto hasil praktik, peserta bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan karyanya. Dari sini mereka bisa meningkatkan kualitasnya,” kata Wahyu.

Siswa Praktik Membuat Konten Video

Pada hari kedua, giliran Mohammad Afwan, videografer JPRK, memberikan materi mengenai teknik dasar pengambilan gambar video.
Materinya tidak berhenti pada cara merekam gambar. Siswa juga dikenalkan dengan sejumlah teknik pengambilan video hingga proses editing sebelum sebuah konten dipublikasikan.
Afwan kemudian mengajak peserta membuat konten video secara langsung.
Tema yang dipilih cukup dekat dengan keseharian mereka, yakni kegiatan Agustusan di lingkungan sekolah. Para siswa mencari aktivitas menarik, merekamnya, kemudian mengevaluasi hasil karya bersama.
Afwan mengibaratkan proses membuat konten seperti memasak. Sebelum disajikan kepada orang lain, konten harus dipastikan sudah melalui proses yang matang.
“Ini ibarat memasak, harus benar-benar matang dan aman sebelum disajikan atau diunggah ke khalayak,” terangnya.

Diharapkan Berlanjut di Ekskul

Editor JPRK Endro Purwito berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali di aula sekolah.
Menurutnya, kemampuan yang sudah diperoleh siswa dapat terus dikembangkan melalui kegiatan organisasi maupun ekstrakurikuler.
Apalagi, siswa memiliki ruang yang cukup luas untuk mempraktikkan kemampuan fotografi, videografi, dan jurnalistik dalam berbagai kegiatan sekolah.
“Hasil karyanya dapat mengangkat citra sekolah,” ujar Endro.
Selama pelatihan berlangsung, kegiatan juga mendapat pendampingan dari Waka Kesiswaan SMK PGRI 1 Nganjuk Indrawati, guru pembina ekstrakurikuler, serta pembina jurnalistik Skarisa, Muhamad Renaldi.
Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar mampu menghasilkan foto dan video yang menarik. Lebih dari itu, mereka juga memiliki kemampuan menyampaikan informasi secara kreatif, kritis, dan bertanggung jawab—keterampilan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja dan industri kreatif saat ini.
Editor : Karen Wibi
pelatihan jurnalistik SMK PGRI 1 Nganjuk videografi jurnalistik pelajar fotografi