NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Puluhan siswa SMK PGRI 1 Nganjuk antusias mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Jawa Pos Radar Kediri (JPRK). Selama dua hari, mereka mendalami fotografi dan videografi. Tak hanya menyerap pengetahuan literatif. Pelajar di sekolah kejuruan berakreditasi A itu juga siap mengaplikasikannya dalam dunia kerja.
“Saat ini aktivitas fotografi tak hanya dilakukan fotografer. Banyak orang melakukannya. Termasuk pelajar,” ujar Wahyu Adji Febrianto, fotografer JPRK, saat memberi materi di aula Skarisa (singkatan SMK PGRI 1 Nganjuk).
Hanya saja, untuk mendapatkan kualitas foto yang bagus perlu pengetahuan dan latihan. Belajar fotografi, menurut Adji, sama halnya dengan mempelajari cahaya. Memotret itu ibarat melukis cahaya. Pelakunya harus mengenali peralatan yang digunakan. “Harus tahu bagaimana cahaya bekerja agar hasil foto sesuai yang diinginkan,” katanya.
Pemotret mesti memahami komposisi dan estetika. Terutama sudut pengambilan gambar dalam kamera. Hal ini membuat foto lebih indah dan menarik. “Bikin variatif angle. Jangan memotret dengan normal angle saja. Coba high atau low angle,” ulas lajang berkacamata ini.
Dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) hari pertama (20/8), Adji memaparkan teori sekaligus mengajak peserta praktik. Siswa kelas X dan XI perwakilan dari berbagai ekstrakurikuler (ekskul) dan prodi DKV itu memotret objek produk khas Skarisa.
Selain menggunakan kamera digital single lens reflex (DSLR), peserta memanfaatkan kamera handphone (HP)-nya. Adji menyatakan, kualitas kamera HP sekarang sudah bagus. Namun untuk menuai hasil foto yang juga bagus tak terlepas dari penggunanya. “Karena itu perlu memahami pengaturan kamera ponsel (telepon seluler) agar hasilnya maksimal,” paparnya.
Di hari kedua (21/8), materi diklat dilanjutkan videografi. Mohammad Afwan, videografer JPRK, memaparkan teknik dasar pengambilan video. Termasuk mengungkap jenis-jenis angle perekaman gambar. “Perhatikan segitiga exposure, komposisi dan framing,” urainya.
Afwan pun membeber trik dan tips membuat konten video yang berkesan. Sehingga menarik perhatian pemirsanya. Pertama, tetapkan tema. Kemudian, buat perencanaan. “Lalu rekam dengan terencana. Ambil slot size bervariasi, bisa wide, medium serta close up. Pergerakan rekaman harus terarah,” ulasnya.
Setelah menyampaikan teorinya, Afwan meminta siswa praktik bikin konten video kegiatan di sekolah. Kebetulan siang itu ada lomba Agustusan. Peserta diklat merekamnya, kemudian dievaluasi bersama. Selama diklat berlangsung Waka Kesiswaan SMK PGRI 1 Nganjuk Indrawati, guru pembina ekskul, serta pembina jurnalistik Skarisa Muhamad Renaldi turut mendampingi anak didiknya.
Kepala SMK PGRI 1 Nganjuk Drs Lukman M.Pd mendukung kegiatan pengembangan literasi ini. Apalagi diklat jurnalistik tak hanya menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. Namun, pelatihan ini juga dapat meningkatkan kapasitas serta kompetensi peserta didik. Sehingga bisa menjadi bekal keterampilan setelah lulus kelak. “Harapannya siswa dapat berkreasi dan mengekspresikan diri. Hasil pelatihan dapat menjadi bekal skill atau keahlian di dunia kerja,” tuturnya.(p2/ndr)
Editor : Karen Wibi