Siswa SD hingga SMA Harus Mulai Masuk Asrama
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Nganjuk berlangsung penuh haru. Isak tangis mewarnai MPLS. Karena siswa SD-SMA tidak boleh pulang setelah MPLS. Mereka harus tinggal di asrama.
Suasana haru itu terlihat setelah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi membuka acara MPLS di SR Nganjuk kemarin (31/8).
Setelah pembukaan MPLS selesai, puluhan siswa langsung bergegas menempati kamar-kamar di asrama.
Proses tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Karena masih banyak siswa yang ogah masuk ke kamar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Putri Aprilia, 15, siswa SMA di SR Nganjuk yang berasal dari Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret.
Putri mengaku masih belum rela ketika harus tinggal di asrama. Dengan dalih jika dirinya masih kangen dengan adik-adiknya. “Kalau saya di sini, terus yang merawat adik saya ini siapa,” ujarnya dengan nada bertanya.
Sehingga, selama 30 menit awal, Putri memilih untuk memeluk adiknya sembari menangis. Baru setelah ditenangkan oleh sang ibu, Putri mau masuk asrama. “Saya senang tapi juga sedih. Semoga adik saya sering-sering jenguk saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SR Nganjuk Zuana Nurul Huda mengatakan, para siswa di SR Nganjuk mulai masuk ke asrama kemarin. Menurutnya, dari data terakhir, ada 200 siswa yang tinggal di asrama. Dengan rincian 90 siswa SMA, 90 siswa SMP, dan 20 siswa SD. “Asrama mulai ditempati sejak beberapa hari lalu. Namun hari ini (Kemarin, Red) menjadi hari terakhir siswa mulai masuk ke asrama,” ujarnya.
Zuana mengatakan, untuk sementara waktu, seluruh siswa ditempatkan di asrama SD. Dengan dalih baru asrama tersebut yang rampung dikerjakan oleh kontraktor. Nantinya, seiring berjalannya waktu, siswa di tingkat SMP dan SMA akan menempati masing-masing asrama. “Asrama dibagi antara laki-laki dan perempuan. Masing-masing asrama akan memiliki beberapa wali asrama. Tugasnya adalah untuk mengawasi siswa,” tambahnya.
Terpisah, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengingatkan kepada orang tua dan wali murid siswa untuk merelakan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di SR. Karena banyak manfaat yang didapat ketika mereka tinggal di asrama. “Insyallah ini adalah upaya untuk memutus rantai kemiskinan di Nganjuk,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marhaen juga berpesan kepada para siswa untuk berlaku tertib selama tinggal di asrama. Karena jika tidak, Marhaen memastikan akan ada hukuman yang dikenakan kepada siswa yang melanggar. “Sekolah di Sekolah Rakyat ini adalah kesempatan emas. Jangan disia-siakan,” tambahnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi