Mengenal Kepala SMKN 1 Gondang Nganjuk Eko Cahyono

Karen Wibi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 23:50 WIB
INOVATIF: Kepala SMKN 1 Gondang Eko Cahyo di kandang ayam petelur sekolahanya. (karen wibi/jprk)
INOVATIF: Kepala SMKN 1 Gondang Eko Cahyo di kandang ayam petelur sekolahnya. (karen wibi/jprk)

Eko Cahyono sukses memimpin SMKN 1 Gondang. Buktinya? Sekolah yang memiliki julukan SMEKSAGO itu sukses mengembangkan peternakan ayam petelur. Bahkan, per bulannya, peternakan ayam petelur tersebut mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah.

KAREN WIBI- NGANJUK, JP Radar Nganjuk

“Petokkk…petokkk…petokkk…”. Suara ribuan ayam terdengar bersahutan. Suara ribuan ayam itu terdengar dari area peternakan ayam petelur yang sedang dikembangkan di SMKN 1 Gondang.

Tidak tanggung-tanggung, hingga kemarin (16/9), jumlah ayam yang sedang dipelihara oleh SMKN 1 Gondang mencapai lebih dari 14 ribu. Sebanyak 2.000 diantaranya adalah ayam petelur.

Baca Juga: Mengenal Mariati, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Nganjuk

Sedangkan sisanya masih di tahap pembesaran hingga sudah disiapkan untuk menjadi ayam pedaging. Usut punya usut, ayam-ayam itu dipelihara bukan tanpa alasan.

Melainkan digunakan untuk praktik bagi siswa jurusan peternakan. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Kepala SMKN 1 Gondang Eko Cahyono.

Baca Juga: Plt Kacabdin Nganjuk Iwan Triyono Minta Kepala Sekolah Profesional

“Ayam-ayam itu peliharaan anak-anak. Memang tujuannya untuk praktik peternakan secara langsung,” ujar Eko.

Peternakan di SMEKSAGO sudah ada sebelum pandemi. Dulunya jumlah ayam yang dipelihara sangat sedikit. Karena memang ayam-ayam tersebut hanya digunakan untuk praktik sesaat.

Baca Juga: Pelajar Nganjuk Kecanduan Sleep Call! Kepala Sekolah Beberkan Ciri dan Cara Ampuh Mengatasinya

Namun tak disangka, peternakan yang dikembangkan untuk praktik itu malah berkembang secara pesat. Hingga ayam yang dipelihara tidak hanya berjumlah puluhan hingga ratusan. Melainkan hingga ribuan.

Kini, per harinya, SMKN 1 Gondang bisa memanen antara 20 Kg hingga 30 Kg telur ayam. Telur-telur tersebut lalu dijual ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar sekolah.

Baca Juga: Gaspol! Bupati Nganjuk Mutasi dan Promosi Ratusan Kepala Sekolah dan Pengawas Pendidikan

Nantinya keuntungan dari penjualan telur akan kembali diputar untuk mengembangkan peternakan ayam.

Eko mengatakan, sekolah juga memproduksi ayam pedaging. Ayam pedaging itu berasal dari ayam petelur yang sudah tidak produktif.

Baca Juga: Baru 4 Tahun Jadi Guru PPPK? Ternyata Sudah Bisa Jadi Kepala Sekolah, Ini Penjelasan Resmi Kemendikbud!

Tidak hanya itu, sekolah juga memproduksi kandang ayam portable. Kandang ayam portable itu ditargetkan untuk dijual ke masyarakat yang memiliki lahan rumah yang sempit.

“Di sini lengkap. Kami menjual ayamnya, telurnya, dagingnya, kandangnya, makanannya, hingga kandangnya. Semua sudah terkolaborasi,” tandas pria yang pernah menjabat pelaksana tugas (Plt) di SMKN 1 Nganjuk itu.

Baca Juga: Ratusan Guru di Nganjuk Berebut Kursi Kepala Sekolah, Disdik Lakukan Seleksi

Namun Eko mengaku belum puas dengan hanya mengembangkan peternakan ayam petelur. Karena saat ini SMKN 1 Gondang juga sedang fokus untuk mengembangkan usaha wisata edukatif di sekolah.

Targetnya adalah membangun perkebunan yang bisa dikunjungi oleh masyarakat. Mulai dari kebun jeruk, jambu, hingga melon. “Apa yang kami lakukan adalah untuk memberikan pembelajaran terbaik kepada siswa,” pungkasnya. 

Editor : rekian
SMKN 1 Gondang Eko Cahyo mengembangkan peternak telur kepala sekolah