Radar Nganjuk - Toto Nuswantoro memiliki modal unik dalam memimpin PGRI Nganjuk. Yakni kemampuan bermain catur.
Karena dengan kemampuannya itu, Toto optimistis bisa menjalankan visi dan misi PGRI Nganjuk dengan baik.
Toto Nuswantoro adalah mantan Kepala SMPN 1 Nganjuk. Toto saat ini menjabat sebagai Ketua PGRI Nganjuk untuk periode 2025 hingga 2030.
Meski baru menjabat, Toto mengaku sudah memiliki visi dan misi yang ingin segera dijalankan sebagai ketua yang baru. Visi utamanya tentu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Angin.
Sedangkan misinya ada tiga. Mulai dari memastikan kesejahteraan guru, perlindungan guru, hingga profesionalitas guru.
“Ketiga misi itu harus dijalankan agar visi dapat tercapai,” ujar pria yang pernah menjabat di enam SMP negeri dan SMK swasta di Kabupaten Nganjuk itu.
Untuk kesejahteraan, Toto dan seluruh anggota PGRI Nganjuk selalu memperjuangkan hak-hak yang harus didapat oleh guru.
Salah satunya adalah gaji yang layak. Begitu juga dengan perlindungan yang harus didapat guru. “Ketika guru merasa aman, proses pembelajaran dapat berjalan lancar,” tambah pria yang kini berusia 62 tahun itu.
Sedangkan, yang terakhir adalah profesionalitas guru. Poin tersebut menekankan tentang pentingnya profesionalitas guru dalam mengajar.
Karena dengan itu Toto percaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Angin dapat tercapai.
Tentu menjalankan tiga visi itu bukan perkara mudah. Namun Toto percaya diri dapat menjalankannya. Terlebih Toto merupakan ahli strategi. Kemampuan itu didapatnya setelah berkecimpung di dunia catur selama puluhan tahun.
Ya benar, Toto adalah atlet catur. Namun sejak menjadi guru, Toto resmi beralih menjadi pelatih catur. Tak terhitung sudah berapa siswa yang berhasil diorbitkan oleh Toto hingga menjadi atlet profesional.
“Catur mengajarkan saya untuk menjadi pemimpin yang selalu berhati-hati untuk mengambil keputusan,” pungkas pria yang juga Wakil Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Timur (Jatim). (tyo)
Editor : Miko