Kepala SMPN 2 Pace Windari memiliki cara untuk membentuk karakter anak didiknya. Salah satunya adalah dengan mewajibkan salat berjamaah di sekolah. Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Hasilnya, siswa memiliki karakter yang baik dan prestasi akademik dan non-akademik meningkat.
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
“Pengumuman-pengumuman, diberitahukan kepada siswa kelas VIII untuk tidak lupa mengikuti salat dzuhur berjamaah,”. Pengumuman tersebut terdengar menggema di setiap sudut di SMPN 2 Pace yang berada di Desa Banaran, Kecamatan Pace.
Pengumuman tersebut ditujukan kepada seluruh siswa kelas VIII kemarin. Tujuannya adalah mengajak seluruh siswa untuk mengikuti sholat berjamaah di masjid sekolah. “Anak-anak wajib salat Dhuha dan Dzuhur berjamaah di sekolah,” ujar Kepala SMPN 2 Pace Windari.
Ya benar, di SMPN 2 Pace, salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh para siswa adalah salat berjamaah. Kegiatan tersebut rutin dilakukan oleh siswa di kelas VII, VIII, dan IX secara bergantian.
Harinya adalah Selasa, Rabu, dan Kamis.
Kegiatan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Menurut Windari, kegiatan salat berjamaah membawa banyak manfaat.
Salah satunya adalah membuat adab siswa lebih baik. “Memperbaiki adab itu yang paling utama di sini,” tambah ibu tiga anak itu.
Hasilnya, menurut Windari, adab siswa di SMPN 2 Pace terus membaik. Bahkan manfaat yang didapat tidak hanya menyoal soal adab. Melainkan juga prestasi siswa.
Karena menurut Windari, ketika adab sudah baik, prestasi akan mudah didapat. Mulai dari prestasi akademik hingga non akademik. “SMPN 2 Pace memiliki banyak prestasi di bidang non akademik. Salah satunya adalah kesenian pencak silat,” imbuhnya.
Selain salat berjamaah, SMPN 2 Pace juga memiliki kegiatan untuk meningkatkan adab siswa. Yakni, ekstrakulikuler tahfidz Alquran. Hingga saat ini, ekstrakulikuler tersebut sudah diikuti oleh puluhan siswa.
“Hafidz dan Hafidzah memiliki nilai plus ketika mengikuti SPMB di jenjang berikutnya. Karena mereka memiliki golden ticket,” tandas perempuan yang kini berusia 59 tahun itu.
Lebih lanjut, dengan kegiatan-kegiatan berbasis agama, Windari percaya diri anak asuhnya dapat menjadi siswa yang berbudi pekerti yang baik. Windari juga percaya modal tersebut dapat membawa anak asuhnya ke kesuksesan di kemudian hari.
“Dengan bekal agama dan adab yang baik, anak-anak pasti sukses,” pungkasnya.
Editor : rekian