Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo Jadi Nominator Education Awards 2026

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:43 WIB
DISIPLIN: Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo berhasil menghidupkan hotel yang vakum saat covid-19. Siswa disiplin masuk sekolah dengat datang lebih pagi. (foto-foto: novanda nirwana/jprk).
DISIPLIN: Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo berhasil menghidupkan hotel yang vakum saat covid-19. Siswa disiplin masuk sekolah dengat datang lebih pagi. (foto-foto: novanda nirwana/jprk).

DISIPLIN: Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo berhasil menghidupkan hotel yang vakum saat covid-19. Siswa disiplin masuk sekolah dengat datang lebih pagi. (foto-foto: novanda nirwana/jprk).
DISIPLIN: Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo berhasil menghidupkan hotel yang vakum saat covid-19. Siswa disiplin masuk sekolah dengat datang lebih pagi. (foto-foto: novanda nirwana/jprk).

Berhasil Hidupkan Hotel yang Vakum saat Pandemi Covid


Kepala SMKN 2 Bagor, Sugeng Supri Utomo S.T., M.Pd., berhasil menjadi salah satu nominator peraih Education Awards (EA) 2026 yang digelar Radar Kediri (RK) Institute Jawa Pos. Kiprahnya dalam membangun kedisiplinan sekaligus mengembangkan potensi sekolah menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya masuk nominasi tersebut.

Sebagai kepala sekolah yang belum genap setahun, Sugeng berupaya memberikan contoh kedisiplinan kepada guru maupun siswa. Salah satunya dengan membiasakan diri datang ke sekolah lebih pagi. Bahkan, dia berusaha tiba sebelum sebagian besar guru dan siswa datang.
Menurut Sugeng, keteladanan menjadi bagian penting dalam membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Sebab, aturan yang diterapkan kepada siswa akan lebih mudah diterima apabila pimpinan juga memberikan contoh secara langsung. “Tidak paling awal saya di sini, karena pasti yang datang paling awal ada tukang sapu-sapu,” ujarnya.
Kebiasaan tersebut dijalaninya sejak mendapat promosi jabatan dan ditempatkan di SMKN 2 Bagor. Sugeng mengaku penempatan di wilayah mana pun merupakan konsekuensi dari promosi jabatan yang diterimanya. “Memang syarat promosi jabatan itu harus siap ditempatkan di mana saja di Jawa Timur. Jadi ya saya terima saja. Akhirnya saya ditempatkan di sini,” ungkapnya.
Sebelum memimpin SMKN 2 Bagor, Sugeng menghabiskan sekitar 20 tahun mengabdi di SMKN 1 Bendo, Magetan. Pengalaman selama dua dekade tersebut kemudian menjadi bekal untuk melakukan pembenahan di sekolah barunya.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah kedisiplinan siswa. Bagi Sugeng, disiplin tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan. Sikap tersebut juga menjadi bekal ketika siswa memasuki dunia kerja.
Karena itu, pengalaman penerapan sistem berbasis ketarunaan di sekolah sebelumnya turut dibawa ke SMKN 2 Bagor. Nilai kedisiplinan dan pembentukan sikap coba diterapkan untuk membentuk karakter siswa. “Karena pada saat bekerja yang dicari itu pasti kedisiplinan dan attitude dulu,” tegasnya.
Selain pembentukan karakter, Sugeng juga melihat sejumlah potensi yang dimiliki SMKN 2 Bagor. Salah satunya fasilitas perhotelan bernama Agrotel.  Agrotel memiliki sejarah yang berkaitan dengan karakter SMKN 2 Bagor yang sebelumnya berbasis agribisnis. Namun, aktivitas hotel tersebut sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
Kini, Sugeng berupaya menghidupkan kembali fasilitas tersebut. Pembenahan dilakukan secara bertahap, mulai dari kamar hingga lingkungan sekitar hotel. Langkah tersebut juga sejalan dengan target Cabang Dinas Pendidikan agar Agrotel dapat kembali beroperasi dan memberikan manfaat bagi sekolah maupun siswa.
Upaya membangun kedisiplinan siswa sekaligus mengembangkan potensi sekolah tersebut menjadi bagian dari kiprah Sugeng selama memimpin SMKN 2 Bagor. Perjalanan itulah yang kemudian mengantarkannya masuk sebagai salah satu nominator Education Awards 2026 dari RK Institute Jawa Pos. (nov/tyo)

Editor : Novanda Nirwana
peraih Education Awards 2026 Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo Radar Kediri Institute Jawa Pos SMKN 1 Bendo Magetan Kabupaten Nganjuk