Jadi Gudang Pesilat dan Atlet Berprestasi
Maksimalkan Potensi Siswa Lewat Olahraga dan Ekstrakurikuler
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pagi hari di SMAN 1 Pace tidak selalu hanya diisi aktivitas belajar di dalam kelas. Di sejumlah sudut sekolah, puluhan siswa tampak berlatih pencak silat.
Pemandangan itu menjadi salah satu perhatian Kepala SMAN 1 Pace Agus Syakir sejak mendapat kepercayaan memimpin sekolah tersebut tahun lalu.
Agus ingin potensi siswa tidak berhenti sebagai bakat. Mereka harus mendapatkan ruang, pembinaan, dan kesempatan untuk berkembang menjadi atlet berprestasi.
“Kami punya puluhan pesilat tangguh di SMAN 1 Pace,” ujar Agus.
Puluhan Pesilat Terus Dibina
Pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang menonjol di SMAN 1 Pace.
Puluhan siswa rutin mengikuti latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi.
Namun, olahraga yang dikembangkan sekolah tidak berhenti pada pencak silat. Sejumlah cabang lain juga terus didorong agar siswa memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan kemampuan.
Menurut Agus, sekolah memiliki banyak siswa dengan potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana kemampuan tersebut bisa diasah secara konsisten.
“Banyak siswa yang sudah terjun ke cabor pencak silat. Namun belum terasah. Tugas kami adalah mengasah calon-calon atlet berprestasi tersebut,” tandasnya.
Siswa Kelas X Raih Prestasi Nasional
Upaya pembinaan mulai membuahkan hasil.
Salah satu prestasi datang dari Ndiyah Ayu Hesty Andayani, siswa kelas X SMAN 1 Pace.
Ndiyah berhasil meraih juara kedua tingkat nasional pada cabang seni tunggal tangan kosong kategori remaja putri dalam Batu Student Champion Open Tournament 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah.
Bagi Agus, pencapaian Ndiyah sekaligus membuktikan bahwa siswa SMAN 1 Pace mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi jika mendapatkan pembinaan yang tepat.
Namun, dia menegaskan masih banyak siswa lain yang memiliki kemampuan dan belum sepenuhnya muncul ke permukaan.
Karena itu, sekolah terus berusaha mencari dan mengembangkan potensi tersebut.
Perbanyak Ekstrakurikuler untuk Gali Bakat
Salah satu langkah yang ditempuh SMAN 1 Pace adalah memperluas pilihan kegiatan ekstrakurikuler.
Sekolah tidak hanya membuka ruang di bidang olahraga, tetapi juga seni, teknologi, serta berbagai bidang lain sesuai minat dan kemampuan siswa.
Agus menilai setiap siswa memiliki keunggulan yang berbeda. Karena itu, sekolah tidak bisa hanya berfokus pada prestasi akademik.
Ekstrakurikuler menjadi salah satu pintu untuk menemukan kemampuan siswa yang mungkin tidak terlihat di ruang kelas.
“Insya Allah apa yang dilakukan oleh guru-guru di sini adalah ikhtiar agar para siswa dapat sukses,” imbuh Agus.
Ingin Sekolah Jadi Tempat Tumbuhnya Prestasi
Bagi Agus, membangun sekolah berprestasi tidak cukup hanya mengandalkan siswa yang sejak awal sudah menonjol.
Sekolah juga harus mampu menemukan potensi yang masih tersembunyi dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berkembang.
Pengalaman Agus yang sebelumnya pernah menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 8 Kota Kediri turut membentuk pendekatannya dalam mendampingi siswa.
Kini, melalui olahraga dan beragam kegiatan ekstrakurikuler, SMAN 1 Pace diarahkan menjadi sekolah yang tidak hanya kuat secara akademik.
Agus ingin sekolah menjadi tempat lahirnya lebih banyak atlet, seniman, hingga siswa berprestasi dari berbagai bidang.
Bagi dia, tugas sekolah bukan sekadar mengajar, tetapi juga memastikan setiap potensi siswa mendapat kesempatan untuk tumbuh.
Editor : Miko