NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hujan yang mengguyur Nganjuk dan sekitarnya membuat debit Sungai Bajulan naik. Akibatnya, air bah menerjang Wisata Jolotundo Glamping & Edu Park di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Arus sungai yang deras membuat karyawan di wisata yang berada di sekitar aliran sungai tersebut waswas. “Air bah itu kiriman dari Roro Kuning karena di atas sedang hujan deras,” ungkap pengelola Jolotundo Glamping & Edu Park Ridhan Nandari saat dihubungi lewat ponselnya kemarin.
Beruntung, saat kejadian, Jolotundo sedang tidak beroperasi atau libur. Sehingga, tidak ada pengunjung yang biasanya bermain air di sungai tersebut yang terseret arus. Tidak ada juga karyawan yang terluka. Tenda juga tidak ada yang terbawa arus sungai. “Kami sedang tutup untuk hari Senin dan Selasa,” ujar Ridhan.
Untuk kerugian material, Ridhan mengaku tidak mengalaminya. Karena semua properti untuk camping seperti tenda dan peralatan sedang tidak dipasang. Semuanya dicopot karena sedang tidak buka. Air bah sendiri juga sudah surut kemarin petang.
Terkait kejadian tersebut, Ridhan mengatakan, pihaknya sudah mendapat arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk untuk waspada saat musim hujan. Karena wisata edukasi tersebut berada di tepi sungai. Sehingga, risiko air bah datang seperti kemarin bisa saja terjadi jika hujan deras mengguyur wilayah Roro Kuning.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk Suharono mengaku sudah menerima laporan air Sungai Bajulan meluap di Jolotundo. Untuk itu, dia meminta kepada warga dan wisatawan untuk berhati-hati saat berwisata di sungai. Karena sewaktu-waktu air bah bisa datang saat musim hujan.
Selain itu, Suharono meminta kepada warga di sekitar aliran sungai untuk waspada. Karena wilayah tersebut rawan terjadi banjir dan longsor. “Harus waspada saat musim hujan seperti sekarang,” ingatnya.
Terpisah, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sawahan Sumber Harto mengingatkan jika hujan disertai angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Nganjuk dalam minggu ini. Karena itu, setiap hujan deras, warga sebaiknya berlindung di rumah atau tidak mengendarai motor. Bisa tertimpa pohon.
Harto mengatakan, di musim hujan ini, kewaspadaan harus ditingkatkan. Ancaman banjir dan longsor terus mengintai. Bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Redaksi Radar Nganjuk