Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Setahun Ada 219 Kasus Kebakaran di Kabupaten Nganjuk

Iqbal Syahroni • Senin, 22 Januari 2024 | 16:32 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Ngakuk- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk memadamkan 219 kebakaran selama 2023 lalu. Jumlah tersebut berdasarkan laporan yang masuk ke kantor damkarmat.

Menurut Kepala Damkar Kabupaten Nganjuk Sujito, kasus kebakaran yang terjadi di Kota Angin terbilang paling tinggi dibanding kasus lainnya.Seperti penanganan kasus tawon vespa affinis, damkarmat hanya menangani 100 kasus dalam setahun.

“Untuk 66 kasus lainnya laporan seperti ular masuk ke perkampungan, monyet, pelepasan cincin, hingga kasus kucing yang terjebak di pohon,” ujar Jito.
Dari ratusan kasus kebakaran tersebut, ada satu kebakaran yang memakan korban jiwa. Yakni kebakaran rumah yang terjadi di Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo pada 13 Agustus 2023. Korban adalah Warni, 85 tahun. Dia meninggal karena tidak bisa keluar rumah yang dilalap api.

Kebakaran maut itu terjadi akibat obat nyamuk bakar yang mengenai kasur hingga merembet ke lemari. Kebakaran itu semakin menjadi karena motor milik cucunya juga ikut terbakar.
Kemudian kebakaran dengan kerugian paling besar dalam satu tahun itu terjadi saat RSD Nganjuk terbakar pada 21 November 2023. Pihak RS mengatakan kerugian akibat terbakarnya atap dan juga ruangan di lantai 3 dan 4 itu mencapai Rp 2 Miliar.

Dari kejadian kebakaran yang sudah tercatat, Sujito mengatakan laporan kebakaran lahan dan bambu masih menjadi yang terbanyak. Hampir separo kejadian adalah kebakaran lahan dan bambu. "Rata-rata terjadi karena ada pembakaran sampah," ungkapnya. Meningkatnya kasus kebakaran itu terjadi pada saat musim kemarau. Dari awal musim kemarau hingga Oktober kasus yang ditangani damkarmat ada 187 kejadian kebakaran. Puncaknya terjadi pada bulan Juli-Agustus.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, Damkar Kabupaten Nganjuk selama ini juga sudah memberikan sosialisasi penanganan dini jika terjadi kebakaran. Baik terhadap anak-anak hingga lingkungan. "Selain itu, juga kami lakukan sosialisasi agar tidak melakukan bakar -bakar sampah di dekat bambu. Karena dampaknya bisa berbahaya," pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#Sering #nganjuk #Peristiwa #kebakaran