Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kena Longsor, Pemerintah Desa Ngliman dan PDAM Ajukan Bantuan ke BPBD Kabupaten Nganjuk

Iqbal Syahroni • Selasa, 23 Januari 2024 | 17:08 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Longsor di Desa Ngliman, Sawahan yang menimpa pipa PDAM Nganjuk belum sepenuhnya aman. Hingga saat ini, warga setempat masih waswas terjadinya longsor susulan. Potensi bencana itu bisa saja terulang karena intensitas hujan yang lebat dan diguyur dalam waktu yang lama. 

Untuk mencegah terjadinya longsor susulan itu, warga membutuhkan bronjong agar tebing yang curam bisa tertahan. Karena PDAM Nganjuk tidak punya bronjong maka badan usaha milik daerah itu bersama-sama dengan pemerintah desa mengajukan usulan bantuan bronjong untuk pencegahan longsor susulan di Desa Ngliman, Sawahan. “Suratnya sudah masuk. Bronjongnya sudah disiapkan,” ungkap Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Nganjuk Suharono yang berkomitmen ikut mencegah terjadinya longsor susulan di kawasan lereng Gunung Wilis. Dia menambahkan, bantuan bronjong itu sebagai langkah antisipasi agar tidak ada lagi pipa air yang rusak. 

Ada 25 unit bronjong yang dikirim ke titik longsor. Suharono menyebutkan, bronjong itu bisa segera dipasang. Dia berharap, pemasangan bronjong itu bisa mengurangi risiko bencana. Sehingga pipa air milik PDAM Nganjuk tidak lagi mengalami gangguan akibat tertimpa longsor. Hingga kemarin, bantuan bronjong tersebut belum juga dipasang.  

Kepala PDAM Nganjuk Tirto mengatakan, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat untuk pemasangan bronjong tersebut. “Tanahnya masih berbahaya ketika cuaca gerimis dan hujan seperti ini,,” ujarnya.

Saat ini, timnya sedang mengumpulkan batu untuk dimasukkan ke dalam Bronjong. Rencananya, bronjong bantuan dari BPBD Nganjuk itu akan dipasang sepanjang pipa yang mendekati aliran Sungai Celangap. Tujuannya untuk membendung air agar pipa tidak terkena runtuhan longsor akibat luapan air sungai.

Tirto mengatakan, aliran air di pipa tersebut masih menyala dengan deras dan lancar. Petugas juga diturunkan setiap hari di sekitar lokasi untuk mengecek kondisinya. “Alhamdulillah tidak ada masalah sampai hari ini (kemarin, Red),” imbuh Tirto.

Untuk diketahui, pipa milik PDAM tersebut sempat tertimbun longsor pada Selasa (9/1) malam. Butuh waktu seminggu untuk menyambung dan mengelas pipa yang bocor akibat timbunan tanah serta membersihkannya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#longsor #pencegahan #nganjuk #waswas