NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Si jago merah kembali mengamuk di Kota Angin. Dalam sehari, ada dua rumah yang dilalap api. Kebakaran yang menggemparkan warga itu terjadi di Desa Waung, Kecamatan Tanjunganom dan Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, kemarin.
Kebakaran pertama terjadi di rumah Sulaiman, 43, warga Desa Waung, Kecamatan Tanjunganom. “Kejadian pertama itu pagi hari sekitar pukul 10.37,” ucap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk Sujito.
Api yang melahap rumah milik Sulaiman itu terjadi saat pemiliknya mengantar anaknya sekolah. “Kebakaran terjadi dari dalam kamar anaknya (Sulaiman, Red),” ujar Jito. Korban dan warga sempat yang mengetahui kejadian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Upaya pemadaman itu tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya warga meminta bantuan damkarmat untuk memadamkan api yang sudah menjalar di rumah Sulaiman. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 08.20. “Dugaan kami, api dari kamar itu berasal dari obat nyamuk yang lupa dimatikan dan merembet ke kasur,” lanjutnya.
Tidak lama kemudian, sekitar tiga jam setelah api di rumah Sulaiman berhasil dipadamkan. Suara sirine dari mobil damkarmat kembali meraung. Kali ini, petugas damkarmat mendapat laporan kebakaran di rumah milik Haris Sulhuda, 48, asal Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong.
“Kejadian kedua ini siang hari sekitar pukul 11.45,” ucapnya Jito. Setiba di lokasi kebakaran, api sudah berkobar di dapur rumah Haris. Isi dapur itu sebagian besar sudah terbakar ketika petugas Damkarmat tiba.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00. Petugas damkrmat menyebutkan, kebakaran disebabkan karena lupa mematikan kompor saat memanaskan sayur. Dia meninggalkan rumah pada saat kompor masih menyala. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian dari peralatan dapur dan sebagian rumah Haris mencapai Rp 50 juta.
Jito mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengecek ulang agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk