Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Damkamat Nganjuk Musnahkan 9 Sarang Tawon dalam 2 Minggu

Iqbal Syahroni • Rabu, 21 Februari 2024 | 18:18 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Teror tawon ndas (vespa affinis) masih menjadi atensi Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk. Tawon yang meresahkan masyarakat itu mendapat penanganan yang cukup tinggi di Kota Angin.

Laporan yang masuk ke petugas damkarmat pun tak kunjung kendor. Seperti dua minggu awal di Februari ini. Warga yang meminta bantuan pemusnahan sarang tawon ndas ada sembilan.

Menurut Kabid Penindakan Damkarmat Yudi Satriana Hadi, jumlahnya lebih tinggi jika dibandingkan pada dua minggu awal Januari lalu. “Ada kemungkinan perkembangan tawon ndas banyak terjadi di musim penghujan,” terangnya. Dia menambahkan, tawon ndas itu cepat berkembang di tempat yang lembab dan jarang didatangi orang.

Hingga 14 Februari, sarang tawon yang dimusnahkan terdiri dari empat sarang tawon di atap pohon, tiga di atap rumah, dan satu di dalam lemari. Salah satu kasus, terjadi di pohon belakang rumah Sholikin, 58, di Desa Kedungmlanten, Rejoso. Keberadaan tawon tersebut mengganggu aktivitas warga saat sedang berada di kebun.

Jika sarangnya tidak segera dimusnahkan, tawon tersebut bisa menyerang warga di sana. Apalagi sarangnya terbilang besar.

Kasus serupa terjadi di Mojoagung, Prambon, di mana pemilik rumah tidak sadar saat sarang tawon masih kecil. “Baru sadar ketika sarang membesar dan jumlah tawon menjadi banyak,” ungkap Yudi. Uniknya, tawon itu tidak hanya memilih tempat terbuka. Tetapi juga di tempat gelap dan sempit.

Seperti di Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Suwito, 48. Di sana, Suwito menemukan sarang tawon ndas di dalam lemari dapurnya. Dia sempat mengira tawon datang dari luar rumah. Tetapi setelah mencari di dalam rumah, dia menemukan lemari kecil yang sudah tidak terpakai menjadi sarang tawon.

Yudi mengimbau warga yang menemukan sarang tawon ndas untuk segera melapor karena sengatan tawon sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. Hewan invasif ini harus ditangani dengan cara profesional dan memperhatikan keselamatan.

Untungnya sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam delapan laporan pemusnahan sarang tawon tersebut. Yudi juga mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek titik-titik lembab di rumah mereka untuk menghindari tawon ndas bersarang di sana. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#Damkarmat #sarang tawon #nganjuk