Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Waspada! Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di Kabupaten Nganjuk.

Iqbal Syahroni • Jumat, 1 Maret 2024 | 18:06 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Hujan lebat terus mengguyur Kota Angin selama satu minggu terakhir. Meskipun tidak merata di 20 kecamatan, intensitasnya tetap tinggi. Di Kecamatan Nganjuk, hujan mulai turun sekitar pukul 14.00-15.00. 

Kasim, 56, penarik becak keliling asal Loceret itu harus menepi saat hari mulai sore. Sebab sekitar pukul 14.30 kemarin, hujan deras mengguyur tempatnya mangkal di sekitar terminal Anjuk Ladang. i. “Hari ini (kemarin, Red) hujan lagi. Waktunya sama seperti kemarin. Guyuran hujannya tidak lama tapi sangat deras,” ujar lelaki yang sudah puluhan tahun mengayuh becak tersebut. 

Menurut Kasim, sebelum diguyur hujan Kota Angin selalu diselimuti awan gelap. Mendungnya mulai terjadi sekitar 14.00. Setengah jam kemudian, hujan lebat turun mengguyur Kota Angin. Waktu terjadi hujan juga tidak lama. Sekitar 10 menit. Lalu berhenti. Dia mengamati peristiwa alam itu terus berulang selama empat hari sampai lima hari berturut-turut. “Kalau sudah hujan siang, malamnya tidak ada lagi hujan,” ujarnya.

Terjadinya hujan deras pada siang dan sore hari itu sudah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda. “Sejak 26 Februari lalu, sudah diperkirakan hujan lebat terjadi di seluruh Jawa Timur, termasuk di Nganjuk,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sawahan, Nganjuk, Sumber Harto.

Hujan lebat terjadi karena saat ini sedang memasuki puncak musim hujan. Suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang hangat dan pola pertemuan angin di sepanjang wilayah Jawa Timur menjadi salah satu faktornya.

Selain itu, kondisi atmosfer yang labil dan lembab mulai dari lapisan bawah hingga atas juga mendukung terjadinya hujan lebat. Hal ini menyebabkan penumpukan massa udara basah sehingga terbentuk awan-awan konvektif yang massif di Jawa Timur, termasuk di Nganjuk.
Hujan lebat yang terjadi di Kota Angin menyebabkan genangan di jalan raya. Selain itu, debit sungai meningkat, terjadi di aliran Sungai Kuncir dan Widas. Kondisi tersebut patut diwaspadai. Bagi warga yang tinggal di tepi sungai harus berhati-hati. Termasuk mereka yang suka beraktivitas di sungai pun harus tetap waspada.

BMKG memprediksi intensitas hujan akan berkurang pada Maret mendatang. Harto menghimbau, masyarakat tetap memantau informasi tentang kondisi cuaca terkini. Salah satunya melalui website BMKG. Hal ini penting untuk mempersiapkan diri dan melihat kondisi terkini. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#Ekstrim #nganjuk #waspada #cuaca