NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sosok One Widya Mukti, Seniman Jaranan yang Meninggal karena Hanyut di Anak Sungai Widas Dikenal Ramah dan Aktif Kegiatan Desa Kepergian One Widya Mukti menghadap sang Khalik begitu cepat. Dia meninggal dunia karena hanyut di anak Sungai Widas selama empat hari sejak Minggu (25/2). Tutup usia pada umur 28 tahun, seniman jaranan itu meninggalkan satu anak dan seorang istri, Yunita. Di mata keluarga dan kerabatnya, One dikenal sebagai sosok penyayang dan bertanggung jawab.
Mi nyemek menjadi permintaan terakhir One Widya Mukti sebelum dinyatakan hilang pada Minggu (25/2). Lelaki berambut panjang dan bertubuh kekar itu ingin makan mi nyemek masakan istrinya siang itu. Sambil menunggu masakan sang istri, pekerja seni jaranan itu kembali memancing di tepi sungai Desa/Kecamatan Wilangan.
Begitu mi nyemek itu matang. Yunita memanggil One agar segera menyantapnya.
Saat dipanggil, bapak satu anak itu tidak pernah menyahut. Padahal jarak rumah dengan sungai hanya 11 meter saja. Karena tak ada respons, Yunita lalu mendatangi tempat suaminya memancing. One tidak ada di tempat. Baju atau pancingnya pun nihil.
Yunita tidak lagi mempedulikan mi nyemeknya. Dia sibuk mencari suaminya. Bertanya ke tetangga. Namun, tidak ada seorangpun yang melihat keberadaan One. “Itulah hari terakhir Yuni (Yunita, Red) bertemu suaminya (One,Red),” ujar Murjining, 45, budhe dari One yang mendapat cerita dari keluarga di Desa/Kecamatan Wilangan.
Murjining begitu terpukul. Dia merasa kehilangan. One selama ini dikenal sebagai sosok anak yang dekat dengan keluarga. Dia penyayang dan bertanggung jawab. Video di gawai yang kemudian tersebar di beberapa grup WhatsApp menunjukkan kecintaannya pada sang buah hati. Di video itu pula, One tampak ceria mengenalkan budaya kepada anak semata wayangnya tentang seni jaranan.
One tidak hanya dikenal dekat dengan keluarganya. Dia juga punya pergaulan yang luas. Di kalangan pekerja seni jaranan, sosoknya dikenal sebagai lelaki yang baik. Mudah tersenyum dan menyenangkan.
Bahkan di desanya, One dikenal sebagai sosok yang ramah. Dia aktif di setiap kegiatan desa.Kades Kedungdowo Suprapto mengatakan, One sering membantu jika ada kegiatan di Desa Kedungdowo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Karena itu, Suprapto termasuk orang kaget ketika mendengar kabar One tenggelam.
Ia pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. “Orangnya baik dan ramah. Suka kesenian juga dan sering bantu-bantu jika ada kegiatan di desa,” tutup Suprapto.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk