Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ramadhan Hari Pertama, Jamaah Salat Tarawih di Masjid Agung Nganjuk Membeludak

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 12 Maret 2024 | 20:00 WIB
Photo
Photo

Pembatasan salat sudah berakhir. Ratusan warga Kota Angin pun berbondong-bondong mendatangi Masjid Agung Baitussalam di Alun-Alun Nganjuk. Mereka memadati masjid untuk melaksanakan salat sunah Ramadan. Yaitu salat tarawih.
Mayoritas jamaah yang datang ke Masjid Agung Baitussalam berasal dari dua kelurahan di Kota Angin. Mereka adalah warga dari Kelurahan Kauman dan Kelurahan Payaman. "Setiap tahun salat tarawihnya di sini (Masjid Agung Baitussalam, Red)," ujar M. Riko Purnawansyah, 21, warga Payaman.
Ia mengatakan, malam pertama Ramadan di Masjid Agung Alun-Alun Nganjuk tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.
Sebab dua organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah memulai 1 Ramadan di hari yang berbeda. "Kalau tidak salah, tahun lalu puasanya bareng. Yang tarawih di masjid ini (Baitussalam Alun-Alun Nganjuk, red) lebih ramai lagi" ujar Riko. Meski begitu, jumlah yang ikut tarawih tidak kalah ramai dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih dibatasi karena Covid-19.
Pantauan wartawan koran ini, beberapa warga sekitar Masjid Agung Baitussalam Nganjuk terlihat memenuhi saf salat mereka sejak Maghrib. Mereka melaksanakan salat dengan khusyuk. Meski kemarin juga termasuk hari libur, karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, namun jamaah yang melaksanakan salat masih terlihat ramai. "Harapannya juga semangat untuk salat tarawih tetap seperti ini sampai 30 hari ke depan," ujar Ketua Masjid Agung Baitussalam Nganjuk Sholihin.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) resmi memutuskan puasa Ramadan pertama jatuh pada hari ini, Selasa (12/3). Hal ini diputuskan setelah sidang isbat pada Minggu (10/3) malam. Keputusan tersebut berbeda dengan Muhammadiyah yang sudah melaksanakan tarawih pertama pada Minggu (10/3) malam dan puasa mulai kemarin (11/3).
Terkait perbedaan tersebut, Sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk M. Ali Anwar mengatakan bahwa perbedaan tersebut tidak masalah. Yang perlu ditekankan adalah seluruh umat Islam, khususnya warga Kabupaten Nganjuk tetap melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Menjalani ibadah sesuai dengan apa yang diyakini. Tanpa harus mengomentari pilihan warga yang berbeda. "Yang juga tak kalah penting adalah memperbanyak amal ibadah fardhu maupun sunah," imbau Ali untuk warga Nahdliyyin Nganjuk.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk