Keberadaan tawon ndas (vespa affinis) telah meresahkan warga Nganjuk. Laporan masyarakat terus masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk. Tiga hari terakhir, ada dua sarang tawon yang dibersihkan. Lokasinya berada di dua kecamatan berbeda. Yaitu Kecamatan Gondang dan Pace.
Pemusnahan sarang tawon pertama dilakukan di rumah Sumarni, 39, warga Desa Joho, Kecamatan Pace. "Posisi sarangnya berada di atap, tempat yang disukai tawon vespa," ujar Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk Sujito. Eksekusinya dilakukan pada Minggu (10/3) malam setelah mendapat laporan warga yang khawatir dengan banyaknya tawon ndas di rumahnya.
Sarang tawon di rumah Sumarni itu cukup besar. Awalnya, Sumarni tidak menyadari adanya tawon ketika sarang tersebut mulai terbentuk di atap depan rumahnya.
Dia baru mengetahui keberadaan tawon tersebut pada Minggu malam, ketika melihat beberapa tawon ndas masuk ke dalam rumahnya. "Setelah tahu ada sarang tawonnya, pemilik rumah (Sumarni, Red) langsung melapor ke kami (damkarmat, Red)," ujar Sujito. Tawon-tawon tersebut terlihat keluar masuk melalui ventilasi di rumah Sunarni.
Setelah menerima laporan dari pemilik rumah, petugas damkarmat bergegas ke lokasi lalu melakukan eksekusi pemusnahan sarang tawon. Anggota damkarmat mengenakan pakaian khusus langsung membakar dan serangga invasif tersebut. Beruntung, Sumarni dan keluarganya tidak menjadi korban sengatan tawon.
Keberadaan datang tawon itu tidak hanya berada di dalam rumah. Di Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang, tawon tersebut bersarang di pohon dekat pemakaman. Warga merasa khawatir karena pemakaman mulai banyak dikunjungi peziarah menjelang puasa Ramadan. Agar tidak mengganggu warga yang akan nyekar, petugas diminta juga memusnahkan sarang tawon di tempat pemakaman umum tersebut.
Petugas damkarmat mengeksekusi laporan warga itu pada Jumat (8/3). Jito menjelaskan, laporan itu disampaikan oleh M. Rijal, 59. "Sarangnya sangat besar, diameternya sekitar 30 sentimeter. Dan tawonnya suka terbang di areal makam," ucap Jito.
Karena telah meresahkan warga petugas dengan sigap melakukan eksekusi. Sarang tawon itu dibakar. Sebelum sarangnya dimusnahkan, warga yang hendak melakukan ziarah kubur terpaksa harus menunggu sampai tawon dan sarangnya benar-benar dimusnahkan.
Karena serangan serangga itu bisa membahayakan nyawa, Sujito berharap warga Nganjuk untuk melaporkan bila ada lagi tawon vespa yang bersarang di tempat keramaian. Damkarmat Nganjuk selalu siap siaga 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, termasuk dalam kasus evakuasi sarang tawon
Sujito pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu-ragu melapor ke Damkarmat Nganjuk jika menemukan sarang tawon di sekitar tempat tinggal mereka. "Jangan coba-coba untuk memusnahkan sarang tawon sendiri karena berbahaya. Serahkan kepada petugas yang lebih profesional," tandasnya.