Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono menyemarakkan Bulan Suci Ramadan. Kemarin, pondok di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) itu menggelar santunan anak yatim, dhuafa, serta buka puasa bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.
Santunan dan buka puasa bersama berlangsung di Ponpes Al Ubaidah, Desa Pelem, Kertosono. Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Habib Ubaidillah Al Hasany mengatakan, santuan menjadi bukti cinta dan kepedulian. Serta, menjadi komitmen tanggung jawab bersama dalam bermasyarakat. Pelaksanaannya sudah diawali oleh pendiri pondok, yaitu Alm. KH Nur Hasan Al Ubaidah. "Mudah-mudahan bisa mengetuk hati kita semua para hadirin sekalian. Ini akan menjadi tanggung jawab kita. Dan akan kita pertanggungjawabkan nanti di hadapan Allah," ujar Habib Ubaidillah.
Habib Ubaidillah menambahkan, dalam hubungan sesama manusia, memberi santunan, makanan, dan sebagainya tidak ada artinya jika tidak diimbangi dengan hubungan dengan Allah. "Jadi harus seimbang. Sudah kami lakukan sejak dulu. Ini menjadi komitmen kami, hingga nanti akhir zaman sebagai bentuk kewajiban kami," ungkapnya.
Untuk diketahui, santunan diberikan kepada 300 orang dhuafa. Kemudian 50 orang anak yatim. Turut dilakukan pula penyerahan apresiasi kepada 16 orang atlet Persinas Asad yang berhasil meraih medali pada kejuaraan yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Adapun yang menyerahkan santunan dan apresiasi tersebut adalah para tamu undangan yang hadir. Antara lain Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moh Amrodji Konawi, Ketua DPD LDII Nganjuk H Murkani, Wakapolres Nganjuk Kompol Subiyantana, dan Danramil Kertosono Kapt. Arh. Yono Priyo yang mewakili Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Andi Sasmito selaku Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Nganjuk. Turut hadir pula jajaran Forkopimcam Kertosono, perwakilan Kejari Nganjuk, dan Pemkab Nganjuk Editor : Redaksi Radar Nganjuk