Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Peternak di Ngetos Was-was, Puluhan Sapi Mati Mendadak karena Keracunan

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 24 April 2024 | 23:19 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Penyebab puluhan sapi di Kecamatan Ngetos mati mendadak mulai menemui titik terang. Setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk menduga puluhan sapi mati karena keracunan. Kini dinas terkait masih terus mengumpulkan bukti untuk memperkuat dugaan tersebut. “Untuk dugaan awal sapi mati karena terkena racun. Entah itu sengaja atau tidak,” terang Kepala Disperta Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Siti Farida kemarin.

Disperta terus melakukan penyelidikan sapi mati mendadak di dua dusun yang berada di Desa Suru, Kecamatan Ngetos. Di dua dusun tersebut Farida mengatakan jika sudah mengecek empat kendang milik warga. Banyak hal yang dicek. Mulai dari kondisi kandang hingga makanan dan minuman terakhir yang diberikan kepada sapi. Hasilnya, untuk sementara, disperta menyimpulkan jika kematian 44 sapi di Kecamatan Ngetos terjadi akibat keracunan.

Baca Juga: Satu Ekor Sapi Mati Lagi di Kecamatan Ngetos, Penyebabnya Tidak Sama dengan 44 Sapi yang Mati Misterius

Indikasinya adalah sapi yang mayoritas memiliki kesehatan yang normal sebelum mati. Namun tiba-tiba saja, di suatu kondisi, sapi tersebut menjadi lemas. Tak lama setelah itu sapi akan mati. “Kalau mati karena PMK (penyakit mulut dan kuku) itu ada gejalanya. Sedangkan, sapi yang mati kali ini terjadi secara tiba-tiba,” tandas Farida.

Sayang, hingga kemarin, Farida belum menyimpulkan apakah keracunan tersebut disengaja atau tidak. Dia juga belum bisa menyimpulkan racun jenis apa dan prosesnya seperti apa yang membuat sapi tersebut akhirnya mati mendadak. Karena untuk menyimpulkan hal itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak hanya mengecek kondisi kandang dan sisa makanan. Namun juga kondisi tubuh sapi setelah mati. Apalagi, hingga kemarin Farida belum mendapat sampel tubuh sapi yang mati mendadak. Mayoritas warga langsung menguburkan sapi miliknya setelah ditemukan mati. “Kami butuh tubuh sapi terutama kondisi jeroannya untuk mengetahui racun apa dan berasal dari mana,” tambahnya.

Kini, Farida mengatakan, disperta masih terus melakukan penyelidikan. Harapannya dalam waktu dekat pihaknya dapat segera mengetahui racun yang digunakan untuk membuat 44 sapi di Kecamatan Ngetos mati mendadak.

Terpisah, Camat Ngetos Nuri Pihandoko mengatakan, jika pihaknya terus mendata jumlah sapi yang mati di Kecamatan Ngetos yang mati mendadak. Hingga kemarin, menurut laporan warga, ada 44 sapi yang mati. Dengan rincian 19 mati di Desa Suru, 10 mati di Desa Ngetos, dan 15 mati di Desa Blongko.

Baca Juga: Diduga Keracunan, Polisi Masih Kesulitan Ungkap Racun Penyebab Sapi Mati, ini Himbauan Disperta Nganjuk untuk Peternak

Nuri mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk masalah ini. Mulai dari disperta hingga pihak kepolisian. Jika benar ada indikasi diracun, Nuri berharap ada titik terang dari masalah itu. Pelakunya siapa harus diungkap. Termasuk, ada unsur kesengajaan atau tidak. “Semoga saja setelah ini tidak ada sapi yang kembali mati di Ngetos,” terangnya.

Sementara itu Tukiman, 72, salah satu warga Desa Suru mengaku waswas dengan adanya sapi mendadak. Apalagi, dia juga mengalaminya. Dua ekor sapi miliknya mati mendadak di kandang. Kedua sapi itu mati dalam waktu yang berbeda. Pertama terjadi di awal April. Kemudian, pekan lalu, sapinya kembali mati.

Hal itu membuat Tukiman ketakutan. Dia pun memutuskan menjual tiga ekor sapi yang tersisa. “Takut mati mendadak lagi. Jadi, saya jual semuanya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#radar nganjuk #jawa pos #sapi #keracunan