Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Polres Nganjuk Selidiki Kematian Puluhan Sapi Keracunan di Ngetos, Puluhan Orang Diperiksa

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 26 April 2024 - 02:04 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Polres Nganjuk bergerak cepat untuk menangani kasus kematian puluhan sapi di Kecamatan Ngetos. Kemarin (24/4) Polres Nganjuk bersama Polsek Ngetos memanggil puluhan orang. Mayoritas mereka adalah pemilik sapi.
“Polres Nganjuk bersama Polsek Ngetos sudah mulai melakukan penyelidikan kematian puluhan sapi secara mendadak,” terang Kapolsek Ngetos AKP Pujo Santoso saat ditemui di Balai Desa Suru, Kecamatan Ngetos kemarin.


Pujo mengatakan, jika pihak kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanggil puluhan pemilik sapi di tiga desa. Puluhan pemilik sapi tersebut didatangkan dengan status sebagai saksi.
Selain memanggil si pemilik sapi, Pujo juga memanggil perangkat desa, pegawai kecamatan, hingga orang yang hadir menyaksikan sapi sesaat sebelum mati.
“Status mereka masih saksi,” tandas mantan Kasatresnarkoba Polres Nganjuk tersebut.
Terkait kabar yang mengatakan jika sapi diracun, Pujo mengatakan jika dirinya enggan berspekulasi. Dia mengatakan, keputusan tersebut harus menunggu hasil dari pemeriksaan pihak terkait. Salah satunya adalah pihak Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk melalui bidang peternakan.


“Kami masih belum bisa bicara banyak. Karena kami juga menunggu hasil pemeriksaan dari pihak dinas terkait,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disperta Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Siti Farida mengatakan, jika proses pemeriksaan masih terus dilakukan. Hingga kemarin, pihaknya masih terus mencari sampel untuk diuji di laboratorium.
“Saat ini kami masih kesulitan untuk mencari sampel yang bisa digunakan untuk uji lab,” terangnya.
Lebih lanjut, Farida mengatakan jika banyak sapi tersebut baru dilaporkan setelah mati beberapa hari.


Pihak dinas pun sempat ditawari untuk mengecek sapi yang sudah dikubur beberapa hari. Namun Farida mengatakan, jika sampel tersebut tidak akan akurat. Karena bangkai sapi yang sudah mati selama beberapa hari telah mengalami pembusukan.
“Harus sapi yang baru saja mati yang bisa diuji lab,” tandasnya.
Oleh sebab itu, Farida berpesan kepada masyarakat untuk tanggap. Salah satunya dengan melaporkan setiap kejadian yang berkaitan dengan kematian sapi. Dengan demikian, pihaknya dapat langsung memeriksa sapi yang mati.

“Mayoritas sapi sudah mati selama beberapa hari baru dilaporkan,” keluhnya.
Oleh sebab itu, Farida berpesan kepada masyarakat untuk tanggap. Salah satunya dengan melaporkan setiap kejadian yang berkaitan dengan kematian sapi. Dengan demikian, pihaknya dapat langsung memeriksa sapi yang mati di kandang si pemilik.
Dengan cara tersebut Farida optimistis dapat segera mengetahui penyebab kematian sapi. Karena dalam hitungan jam, Farida tidak hanya mendapat sapi yang masih dalam kondisi segar tetapi juga sisa makanan yang kemungkinan besar berpengaruh.
“Kami juga berpesan kepada pemilik untuk bisa memfoto atau memvideo saat sapi dalam kondisi kejang-kejang,” tandasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan sapi ditemukan mati secara misterius di tiga desa yang berada di Kecamatan Ngetos. Hingga saat ini total ada 44 sapi yang mati. Anehnya kematian sapi tersebut terjadi secara mendadak. Ditambah tidak ada gejala apa pun menjelang kematian sapi.
Disperta Kabupaten Nganjuk lalu mencoba melakukan penelitian. Dari dugaan awal diketahui jika sapi tersebut keracunan. Namun belum bisa diputuskan apakah sapi tersebut mati karena diracun orang atau tidak.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk