NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kematian puluhan sapi di Kecamatan Ngetos benar-benar menjadi tanda tanya besar. Karena meski dinas pertanian menduga sapi mati akibat keracunan tetapi warga punya dugaan lain. Mereka menganggap pemilik sapi di Ngetos sudah tidak menjalankan tradisi Tiron-Tiron Sapi di Kecamatan Ngetos. Padahal, Tiron-Tiron Sapi dipercaya sebagai tolak bala untuk sapi.
Tiron-Tiron Sapi sendiri adalah doa yang ditujukan kepada hewan ternak. Tradisi tersebut diketahui sudah ada di Ngetos sejak ratusan tahun lalu. Masih saat warga setempat banyak yang memeluk agama Hindu.
Baca Juga: Peternak di Ngetos Was-was, Puluhan Sapi Mati Mendadak karena Keracunan
Budaya itu sendiri bermula dari sebuah kisah Bambang Permadi atau Arjuna yang ingin mempersunting Putri Kahyangan. Untuk mempersunting Putri, Arjuna harus memberikan 40 sapi.
Arjuna pun memerintah Gatotkaca untuk mencarikan sapi ke penggembala bernama Dawung Awuk. Namun Dawung Awuk menolak. Perkelahian pun tak terlekkan. Dawung Awuk kalah dan menyerahkan sapinya. Namun sebagai syarat, setiap Jumat Wage, Dawung Awuk meminta kepada Gatotkaca untuk melakukan upacara Kuningan.“Tiron-Tiron Sapi itu hanya ada di Desa/Kecamatan Ngetos,” terang Camat Ngetos Nuri Prihandoko kepada koran ini.
Tradisi tersebut memang sudah berlangsung sejak lama. Namun kini tradisi itu kian menghilang. Bahkan sudah nyaris tak ada yang melakukan.
Baca Juga: Polres Nganjuk Selidiki Kematian Puluhan Sapi Keracunan di Ngetos, Puluhan Orang Diperiksa
Nuri pun enggan menganggap hilangnya tradisi tersebut dengan kematian puluhan sapi di Kecamatan Ngetos. Mantan Lurah Kramat itu lebih percaya pada hasil ilmiah. Yaitu, menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan polisi. “Apakah ada kaitannya atau tidak dengan tradisi Tiron-Tiron Sapi, saya belum tahu. Sekarang kami masih menunggu pemeriksaan dari disperta dan penyelidikan polisi saja,” ujarnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk