Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Satu Ekor Sapi Mati Lagi di Kecamatan Ngetos, Penyebabnya Tidak Sama dengan 44 Sapi yang Mati Misterius

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 30 April 2024 | 23:05 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Perasaan waswas warga Kecamatan Ngetos kembali muncul. Penyebabnya, ada kabar seekor sapi di Desa Klodan, Kecamatan Ngetos mati. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu sore (27/4). Namun, oleh pemiliknya baru dilaporkan ke perangkat desa pada Minggu sore (28/4). Saat ditelusuri wartawan koran ini kemarin, sapi yang mati tersebut berbeda dengan 44 sapi yang mati mendadak di Ngetos, Suru, dan Blongko. “Sapi saya sakit sejak Selasa (23/4). Kemudian, mati pada Sabtu sore (27/4),” ujar Parmi, lansia pemilik sapi asal Desa Klodan kepada wartawan koran ini.

Sejak sakit, sapi yang berusia tiga tahun itu tidak mau makan. Tubuhnya lemas. Meski telah disuntik tetapi kondisinya tidak membaik. Justru, akhirnya mati. Dari kondisi fisiknya, Parmi mengatakan, jika sapinya mengalami luka di bagian mulut dan lidah. Kondisinya mirip dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat terjadi beberapa waktu silam.

Baca Juga: Warga Minta Ganti Rugi Akibat 44 Kasus Sapi Mati Mendadak, Begini Tanggapan Disperta Nganjuk

Takut menular ke sapi lainnya, Parmi langsung mengubur sapi yang mati itu. Lokasinya tak jauh dari kandang. Berada beberapa meter di sebelah timur dari kandang sapi miliknya. “Ini pertama kali sapi saya mati,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Ngetos Nuri Prihandoko membenarkan adanya kematian sapi di Klodan. Dia juga menyebut jika kematian sapi di Klodan berbeda dengan kematian 44 ekor sapi di tiga desa sebelumnya. Di Klodan, sapi yang hendak mati mengalami beberapa gejala penyakit. Salah satunya adalah lemas hingga luka seperti sariawan di mulut. Ditambah jarak antara sakit hingga kematian juga membutuhkan waktu beberapa hari. Sedangkan di tiga desa sebelumnya, sapi mati secara mendadak. “Dugaan awal ya kena PMK,” tandasnya.

Baca Juga: Tradisi Tiron - Tiron mulai Hilang jadi Penyebab Sapi di Ngetos Banyak yang Mati?

Namun demikian, Nuri mengatakan, masih menunggu pemeriksaan dari pihak terkait. Yaitu dari Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk. Dalam waktu dekat pihak dinas akan melakukan pemeriksaan pada bangkai sapi di Klodan. “Belum tahu apakah kejadian di Klodan ada hubungannya atau tidak dengan 44 ekor sapi mati di tiga desa sebelumnya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 44 ekor sapi mati mendadak di Kecamatan Ngetos. Kejadian tersebut terjadi di tiga desa berbeda. Yaitu Desa Ngetos, Suru, dan Blongko. Dugaan awal sapi tersebut mati karena keracunan. Namun hingga kemarin belum ada kepastian racun apa yang menyebabkan sapi mati mendadak. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, juga belum jelas

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#radar nganjuk #jawa pos #sapi #budaya