NGANJUK, JP Radar Nganjuk - 1 Mei atau May Day diperingati sebagai sebagai Hari Buruh. Peringatan Hari Buruh di Indonesia sangat kental dengan Marsinah. Karena wanita asal Kota Angin itu dikenal sebagai pahlawan buruh di Indonesia. Sayang, meski Nganjuk memiliki pahlawan buruh tetapi tenaga kerja Kota Angin tetap memilih bekerja di luar Nganjuk.
Baca Juga: Usai Ziarah Makam Marsinah, Ratusan Buruh Unjuk Rasa Tuntut Hal ini ke Pemkab Nganjuk
Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nganjuk menjadi alasan calon tenaga kerja (canaker) Kota Angin bekerja di perusahaan Nganjuk. Karena selama ini UMK Nganjuk lebih rendah dibandingkan daerah lain. Di 2024, UMK Kabupaten Nganjuk 2024 hanya Rp 2.258.455. Sedangkan, UMK Kabupaten Kediri Rp 2.340.668 dan Kabupaten Jombang sebesar Rp 2.945.544. Kemudian, Kota Malang, UMK mencapai Rp 3,3 juta. “Saya memilih kerja di Malang karena UMK lebih besar dibanding Nganjuk,” ungkap Fajar Andre Setiawan, 26, warga Kecamatan Baron.
Setelah lulus kuliah di Malang, Fajar ogah kembali ke Kota Angin. Dia memilih bekerja di Malang. “Sama-sama capeknya, pilih UMK yang tinggi,” tandasnya.
Hal ini membuat perusahaan-perusahaan di Kabupaten Nganjuk kesulitan mendapatkan pekerja. Meski UMK Kabupaten Nganjuk 2024 naik sebesar Rp 91.448 dibanding 2023 tetapi tidak bisa memikat canaker. (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk Samsul Huda melalui Kabid Hubungan Industrial Suwanto mengatakan, UMK Kabupaten Nganjuk sebenarnya bukan terendah di Jawa Timur. Karena masih ada daerah lain yang nilai UMK-nya lebih kecil dibanding UMK Nganjuk. “Kalau dibandingkan dengan Surabaya atau Malang, UMK Nganjuk memang kecil,” ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Nganjuk Sahkan Dua Raperda Jadi Perda, PDAM Harus Jadi Sumber PAD Kota Angin
Suwanto mengatakan, penetapan nominal UMK sudah sesuai dengan rumus yang ada. Seperti data ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, jika pertumbuhan ekonomi di Nganjuk selama 2024 semakin meningkat maka tidak menutup kemungkinan UMK pada 2025 nanti kenaikannya lebih besar lagi dibanding tahun ini.
Suwanto mengatakan, disnaker juga berusaha keras agar perusahaan di Kota Angin mendapatkan tenaga kerja. Berbagai upaya dilakukan. Mulai dari membantu sosialisasi lowongan pekerjaan hingga menggelar pelatihan kerja di perusahaan-perusahaan tersebut. “Intinya kami ingin warga Nganjuk bekerja sehingga pengangguran bisa ditekan,” tandasnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk