NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Polres Nganjuk kesulitan mengungkap penyebab puluhan sapi mati mendadak di Kecamatan Ngetos. Meski Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk sudah menyebutkan jika sapi tersebut mati keracunan tetapi racun apa belum diketahui. Ada unsur kesengajaan atau tidak juga belum berhasil diketahui. “Sampai sekarang kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto kepada wartawan koran ini.
Kesulitan polisi mengungkap racun apa yang menyebabkan sapi mati karena disperta juga belum bisa menyebutkan. Penyebabnya, sampel sapi mati mendadak tidak ada yang bisa dibawa ke laboratorium. Semua sapi telah dikubur atau dijual dalam kondisi sekarat. Hal ini membuat disperta juga kesulitan. “Hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel sapi itu yang jadi pijakan kami untuk penyelidikan,” ungkap Supriyanto.
Untuk itu, Supriyanto mengatakan, polisi juga menunggu hasil laboratorium disperta. Dugaan tidak bisa jadi bukti. Karena ada kemungkinan dugaan keracunan itu tidak tepat. Harus ada fakta berupa hasil uji laboratorium. Terpisah, Kepala Disperta Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Siti Farida mengaku masih kesulitan mendapatkan sampel sapi mati mendadak. Apalagi, setelah ada kasus sapi mati mendadak tersebut dalam beberapa hari terakhir, kasus itu tidak lagi muncul. Sehingga, pihaknya tidak bisa melakukan uji laboratorium.
Farida mengatakan, disperta sudah sosialisasi ke masyarakat untuk kasus sapi mati mendadak. Jika ada sapi mati mendadak, dilarang dijual atau dikubur. Kemudian, pakan atau air minum sapi terakhir tidak boleh dibuang. Segera lapor ke disperta untuk dicek ke laboratorium. Hasil laboratorium itu akan menentukan penyebab kematian sapi yang sebenarnya. Termasuk, jika keracunan. “Akan ketahuan racunnya apa jika sudah ada uji laboratorium,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Minta Ganti Rugi Akibat 44 Kasus Sapi Mati Mendadak, Begini Tanggapan Disperta Nganjuk
Untuk diketahui, pemilik sapi di Kecamatan Ngetos sempat waswas. Karena 44 sapi mati mendadak di Desa Ngetos, Suru, dan Blongko sebelum hingga setelah Lebaran. Ada dugaan sapi mati itu karena keracunan. Sayang, hingga kemarin, racun apa yang membuat sapi mati mendadak belum terungkap.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk