Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Waduh!! PMK Serang Sapi di Klodan Ngetos, Begini Kata Disperta Nganjuk

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 8 Mei 2024 | 21:11 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk berusaha keras mencari benang merah kematian sapi di Kecamatan Ngetos. Hasilnya ada kesamaan kematian sapi yang ditemukan di Desa Klodan dan Ngetos, keduanya di Kecamatan Ngetos. Yaitu, sapi yang mati akibat terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disperta Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Siti Farida. Dia mengatakan, jika ada kesamaan kematian sapi di beberapa desa di Kecamatan Ngetos. “Ada kesamaan sapi yang mati di Desa Klodan dan Desa Ngetos,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Baca Juga: Diduga Keracunan, Polisi Masih Kesulitan Ungkap Racun Penyebab Sapi Mati, ini Himbauan Disperta Nganjuk untuk Peternak

Benang merah itu mulai terlihat setelah kematian sapi di Desa Klodan pada Jumat lalu (3/5). Beruntung sapi yang mati itu sempat dicek oleh pihak dinas. Hasilnya dapat dipastikan jika sapi mati karena terjangkit virus PMK.

Petugas pun langsung mewancarai beberapa pemilik sapi yang mati di tiga desa di Kecamatan Ngetos. Yaitu, di Desa Suru, Blongko, hingga Ngetos. Hasilnya ada kesamaan sapi yang mati di Desa Klodan dan Desa Ngetos. Yaitu sebelum sapi mati, ada beberapa gejala seperti PMK.

Lalu bagaimana dengan sapi yang mati di Desa Suru dan Blongko? Farida mengatakan, jika sapi yang mati di Desa Suru dan Blongko tidak sama seperti yang terjadi di Klodan. Perbedaannya terdapat pada kondisi sapi sebelum mati. Sapi yang mati di Desa Suru dan Blongko tidak memiliki gejala apa-apa. Tiba-tiba saja sapi mati dengan sendirinya. Besar dugaan sapi tersebut mati akibat keracunan. Entah itu karena disengaja atau tidak.

Baca Juga: Satu Ekor Sapi Mati Lagi di Kecamatan Ngetos, Penyebabnya Tidak Sama dengan 44 Sapi yang Mati Misterius

Kini pihak dinas masih belum menyimpulkan penyebab kematian sapi di Suru dan Blongko. Karena belum ada sampel sapi mati yang dapat diperiksa oleh dinas. “Hingga saat ini belum ada kepastian mengapa sapi tersebut dapat mati secara mendadak,” ujarnya.

Untuk diketahui, puluhan sapi mati secara mendadak di Kecamatan Ngetos. Total ada 44 sapi yang mati di Desa Ngetos, Suru, hingga Blongko. Banyak spekulasi yang menjelaskan penyebab kematian sapi. Namun spekulasi tersebut masih belum terbukti hingga kini.

Dua minggu setelah kematian sapi terakhir, satu sapi kembali mati. Kali ini kasusnya terjadi di Desa Klodan. Namun kematian sapi di Desa Klodan berbeda dengan kematian sapi di tiga desa sebelumnya. Di Klodan sapi yang mati menunjukkan ciri-ciri terjangkit virus PMK.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#Disperta Nganjuk #radar nganjuk #jawa pos #pmk #sapi #keracunan