Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Disperta Nganjuk Larang Sapi yang Kena PMK di Klodan Ngetos Tak dijual ke Luar Daerah. Waduh Kenapa ya?

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 9 Mei 2024 | 21:23 WIB

caption

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pemilik sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kecamatan Ngetos harus berhati-hati. Karena sapi yang terkena PMK bisa menularkan virusnya ke sapi sehat. “PMK itu menular dari hewan ternak ke hewan ternak,” ujar Kepala Disperta Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Siti Farida.

Untuk itu, jika ada sapi yang terdeteksi atau memiliki gejala PMK harus dipisah. Tidak boleh dicampur dengan sapi sehat. Karena bisa menular ke sapi sehat.

Beruntung, sampai saat ini, belum ditemukan PMK dari sapi yang menular ke manusia. Ini karena PMK bukan termasuk virus zoonis. Artinya penularannya hanya terjadi kepada sesama hewan ternak. Bukan kepada hewan ke manusia.

Meski demikian, Farida meminta kepada masyarakat yang mengonsumsi daging sapi yang terkena PMK untuk berhati-hati. Mereka harus memasak daging sapi dengan sempurna. Harus diolah dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan memasak daging sapi di suhu minimal 70 derajat celcius. Namun itu belum cukup. Karena durasi memasak daging tersebut juga minimal harus 30 menit.

Baca Juga: Waduh!! PMK Serang Sapi di Klodan Ngetos, Begini Kata Disperta Nganjuk

“Dengan memasak daging di suhu dan durasi 30 menit, virus PMK akan mati,” tambahnya.

Selain itu Farida meminta agar pembersihan daging dilakukan di tempat tertutup. Air yang digunakan untuk mencuci juga jangan sampai dikonsumsi oleh hewan ternak lain. Contohnya jangan sampai mencuci daging yang terjangkit PMK di sungai yang mengalir. Air sungai akan terkontaminasi virus PMK. Akibatnya, saat ada sapi yang minum air tersebut bisa terkena PMK.“Daging harus dicuci di rumah masing-masing. Airnya juga wajib langsung dibuang,” tandasnya.

Selain itu Farida juga menyinggung soal jual beli sapi yang terjangkit PMK. Farida meminta agar sapi yang terjangkit PMK untuk tak dijual secara bebas. Terlebih hingga keluar dari wilayah Kecamatan Ngetos. Ini untuk mencegah penularan virus PMK di Kecamatan Ngetos menyebar ke daerah lain.

 Baca Juga: Diduga Keracunan, Polisi Masih Kesulitan Ungkap Racun Penyebab Sapi Mati, ini Himbauan Disperta Nganjuk untuk Peternak

Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto mengatakan, penyebab puluhan sapi mati di Ngetos masih dalam penyelidikan. Karena selain PMK, ada dugaan sapi mati karena keracunan. Hanya, racun apa yang menyebabkan sapi mati belum terungkap. Karena disperta belum bisa melakukan uji laboratorium terhadap sapi yang sudah mati mendadak tersebut. “Penyelidikan tetap jalan terus,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#radar nganjuk #jawa pos #pmk #sapi