NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kelangkaan elpiji 3 kilogram terjadi di Kabupaten Nganjuk. Kejadian itu membuat warga kebingungan. Karena mereka kesulitan memasak dan merebus air. “Kelangkaan elpiji 3 kilogram seminggu terakhir ini,” ujar Jeni Febrilia, 21, salah seorang penjual elpiji di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk.
Jeni mengatakan, sejak seminggu terakhir pengiriman elpiji di tokonya mengalami pengurangan. Jika sebelumnya enam kali dalam seminggu, berkurang menjadi tiga kali dalam seminggu.
Tak hanya intensitas pengiriman yang berkurang. Namun juga jumlah tabung elpiji yang dikirim. Biasanya toko miliknya mendapat kiriman sekitar 50 tabung setiap harinya. Namun kini berada di kisaran 30-40 tabung elpiji dalam sehari. “Sekarang jadi tidak pasti jumlahnya,” keluhnya.
Di saat jumlah elpiji berkurang, Jeni mengatakan permintaan masyarakat justru meningkat. Bahkan stok elpiji di toko miliknya dapat ludes dalam hitungan menit. “40 tabung elpiji 3 kg itu habis sekitar 30 menit,” ujarnya.
Kelangkaan elpiji membuat harganya juga ikut naik. Dari yang awalnya Rp 17 ribu per tabung menjadi Rp 18 ribu. Namun hal itu tak membuat permintaan masyarakat berkurang. Mereka tetap berebut untuk mencari elpiji.
“Warga jadi kebingungan saat stok elpiji kosong,” tandas Jeni.
Sayang, Jeni mengaku tidak mengetahui penyebab kelangkaan elpiji. Dia hanya tahu pengiriman dikurangi agen. “Jadi saya pasang tulisan elpiji kosong jika stok di toko habis agar pembeli tidak kecele,” ujarnya.
Terpisah Yuliawati, 46, warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk mengaku kelangkaan elpiji membuatnya repot. Dia harus keliling warung untuk mencari elpiji 3 kilogram. Mulai dari berkunjung ke toko-toko hingga membuntuti truk pengiriman elpiji. Setelah sampai di salah satu toko, Yuliawati akan langsung membeli ke toko tersebut. “Saya jadi ngikuti truk elpiji,” ujarnya.
Sayang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko belum bisa dimintai komentar terkait kelangkaan elpiji. Dihubungi lewat ponselnya kemarin, tidak diangkat. Chat WA yang dikirim wartawan koran ini belum dibalas hingga pukul 16.30 WIB.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk