NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari raya Idul Adha tinggal hitungan hari. Jelang hari raya Idul Adha tersebut, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk terus memantau peredaran keluar masuk sapi dan kambing ke Kota Angin. Beruntung hingga kemarin (9/6) petugas belum menemukan hewan kurban sakit yang hendak masuk ke Nganjuk.
“Pemantauan terus kami lakukan pada hewan yang keluar masuk ke Nganjuk,” terang Kepala Disperta Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Siti Farida kepada wartawan koran ini.
Farida mengatakan, disperta terus melakukan pemantauan hewan kurban. Salah satunya adalah dengan mengecek kondisi hewan-hewan tersebut. Dengan tujuan untuk melihat kondisi hewan. Apakah hewan tersebut dalam kondisi sehat atau sakit.
Pemantauan mayoritas dilakukan di pasar hewan besar. Salah satunya di Pasar Hewan Kedondong. Sedangkan, pemantauan di pedagang tepi jalan masih belum dilakukan. Karena memang baru sedikit pedagang hewan kurban di tepi jalan yang sudah berjualan.
Beruntung sejak seminggu terakhir, Farida mengatakan, tidak ada hewan yang terindikasi terkena penyakit. Terutama beberapa penyakit yang berbahaya. Seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga antraks.
“Hingga saat ini hasilnya masih nihil,” tandasnya.
Namun hal itu tak membuat pihak dinas melonggarkan pengawasan. Sebaliknya, pengawasan akan lebih diperketat. Karena sesuai prediksi peredaran jual beli hewan kurban akan semakin meningkat pada satu minggu terakhir.
“Kami akan terus pantauan jual beli hewan kurban. Entah itu yang berada di pasar atau di pinggir jalan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Farida mengungkapkan, soal kasus kematian sapi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Ngetos berangsur normal. Karena diketahui sapi yang sakit beberapa hari terakhir adalah karena virus PMK.
Meski demikian, Farida tetap mewanti-wanti warga setempat. Dengan mengatakan jika keluar masuk hewan kurban di tempat tersebut harus tetap diwaspadai.
“Warga juga harus segera melapor jika ditemukan indikasi sapi yang sakit atau mati,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Idul Adha di Kota Angin tahun ini diprediksi kian sepi. Indikasinya adalah turunya minat beli masyarakat terhadap hewan kurban. Setidaknya hal tersebut dapat dilihat dari sedikitnya penjual hewan kurban yang biasa ditemui di tepi jalan raya.
Bahkan di sepanjang jalan raya Kediri-Nganjuk baru ada satu pedagang yang sudah berjualan. Sedangkan penjualan sapi di Pasar Hewan Kedondong juga tak jauh berbeda. Para pedagang mengeluhkan pembeli sepi.