NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Desa Juwono, Kecamatan Kertosono gempar kemarin. Penyebabnya, Mohammad Asrul Gunawan, 16, siswa kelas VIII SMPN 4 Kertosono dilaporkan tenggelam di Sungai Brantas.
Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, awalnya Asrul mencari ikan di Sungai Brantas dengan menggunakan potassium pada Selasa (16/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Dia bersama tujuh temannya. Saat itu, Asrul membawa pancing. Karena mereka sebenarnya ingin bermain dan memancing di Sungai Brantas.
Tiba-tiba, Asrul melepas kaus hitam. Dia hanya mengenakan celana pendek kotak-kotak hitam putih. Melihat hal itu, Tristan Ayola Wiratama, teman Asrul melarang Asrul mandi di Sungai Brantas. Karena Asrul tidak bisa berenang. “Ojo nyemplung Asrul,” ujar Tristan.
Sayang, larangan Tristan dan teman-temannya tidak digubris. Asrul tetap terjun ke Sungai Brantas. Tak ayal, Asrul yang tidak bisa berenang langsung tenggelam. Dia terseret arus Sungai Brantas.
Sontak, Tristan berusaha menolong Asrul. Dia ikut terjun ke Sungai Brantas. Sebenarnya, Tristan sudah berhasil meraih tubuh Asrul. Sayang, pegangan Tristan lepas. Asrul terseret arus Sungai Brantas.
Melihat hal itu, Tristan dan teman-temannya panik dan ketakutan. Akhirnya, mereka memutuskan pulang ke rumah masing-masing. Lalu, melaporkan kejadian itu ke orang tuanya masing-masing. Setelah lapor ke orang tuanya, ketujuh teman Asrul dengan didampingi orang tua mendatangi rumah Asrul di Desa Sumbergayu, Kecamatan Ngronggot sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka menceritakan kejadian yang dialami Asrul ke nenek korban. Karena Asrul sejak kecil diasuh oleh neneknya. Sedangkan, orang tuanya tinggal di Kertosono.
Mendengar hal itu, keluarga Asrul langsung shock. Mereka segera mencari Asrul ke Sungai Brantas bersama Banser NU. Sayang, usahanya tidak berhasil. Apalagi, saat itu, sudah malam. Akhirnya, keluarga korban melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 19.40 WIB.
Pencarian dilakukan Tim Basarnas bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan kemarin pukul 08.00 WIB. Dengan menggunakan dua perahu karet, petugas menyisir Sungai Brantas. Mulai dari Desa Trayang, Kecamatan Nggronggot hingga Jembatan Kertosono. “Pencarian kami lakukan hingga sore hari,” ujar
Afrinaldi, petugas BPBD Nganjuk.
Sayang, usaha tim Basarnas dan relawan belum membuahkan hasil. Asrul belum ditemukan hingga tadi malam. “Pencarian akan kami lanjutkan besok (hari ini, red),” ujar Afrinaldi.
Sementara itu, Ida Noviatin, 42, ibu Asrul mengaku sangat bersedih mengetahui anak bungsu dari dua bersaudaranya dilaporkan tenggelam di Sungai Brantas. Karena sebelum kejadian, Asrul sempat berkunjung ke rumahnya di Desa Pelem, Kecamatan Kertosono. “Saya suruh makan itu tidak mau. Padahal, biasanya dia selalu makan di sini,” ujarnya dengan berurai air mata.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk