Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sulap Eks Lokalisasi Kampung Baru Kertosono Jadi Karaoke Plus-Plus (1) Goda Tamu dengan Minta Pangku

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 23 Juli 2024 | 21:28 WIB
Photo
Photo

Eks-Lokalisasi Kampung Baru di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono sudah resmi ditutup sejak 2015. Penutupan tersebut bersamaan dengan puluhan lokalisasi di Jawa Timur. Namun demikian, berdasarkan penelusuran wartawan koran ini, aktivitas prostitusi di lokalisasi terbesar di ujung timur Kabupaten Nganjuk itu ternyata masih ada. Bahkan, tetap eksis hingga sekarang.

 “Sekarang ganti karaoke,” ujar Mbak Pur (bukan nama sebenarnya, Red), salah satu penghuni Eks Lokalisasi Kampung Baru.

Karaoke yang dimaksud Mbak Pur ini bukan karaoke keluarga. Namun, karaoke plus-plus. Ada belasan rumah karaoke di sana. Di dalam room karaoke di sana hanya ada LED berukuran 42 inci dengan sound dan mic, serta kursi sudut kayu. Di dalam ruangan berukuran 4 meter x 5 meter tersebut minim penerangan. Hanya ada lampu 10 watt dengan warna kuning. Ada juga lampu disko jika pengunjung ingin berjoget ala klub malam.

Saat pengunjung datang, Mbak Pur segera menghampiri. Kemudian, mengantar ke room yang berada di rumah-rumah. “Satu jam Rp 50 ribu untuk karaoke,” ujar Mbak Pur.

Bagi pengunjung yang ingin ditemani Mbak Pur berkaraoke, dikenakan tarif Rp 60 ribu per jam. Ada tiga Mbak Pur yang ditawarkan. Saat menemani karaoke, Mbak Pur akan menawarkan minuman keras (miras) berbagai merek. Harganya pun bervariasi. Mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 300 ribu per botol. Harga itu hampir dua kali lipat dibandingkan harga miras di pasaran.

Saat berkaraoke, Mbak Pur langsung berjoget hot. Lagunya bisa memilih di YouTube. Kemudian, dia akan mengajak pengunjung joget bareng untuk mendapatkan saweran. Karena umumnya lagunya adalah dangdut koplo. Dengan pakaian mini, Mbak Pur berusaha menggoda pengunjung untuk berbuat mesum. Dia selalu minta duduk di pangkuan pengunjung. “Ngamar Mas?” tanya Mbak Pur dengan mata genit.

Mbak Pur kemudian menawarkan servis plus-plus di kamar yang ada di belakang room karaoke. Di sana ada lima kamar tersedia. Semuanya berpintu triplek. Tarif kamar adalah Rp 50 ribu per jam. Sedangkan, tarif untuk servis plus-plus Mbak Pur Rp 300 ribu. “Bisa nego Mas,” ujar Mbak Pur yang berusia 26 tahun ini.

Tawar menawar ini berlangsung setelah karaoke. Biasanya Mbak Pur akan menurunkan tarif untuk menggaet tamu. Tarif nett yang dipatok adalah Rp 150 ribu. Sehingga, total uang untuk booking Mbak Pur di kamar hanya Rp 200 ribu. “Sekali main,” ujar cewek yang mengaku asal Jawa Barat ini.

Agar tidak tertular penyakit menular seksual (PMS), Mbak Pur selalu menawarkan tamu untuk memakai kondom. Dia yang menyediakan. “Kondomnya gratis,” ujarnya.

Sementara itu, Acak (bukan nama sebenarnya, red), 38, salah satu pengunjung Eks Lokalisasi Kampung Baru mengaku menjadi pelanggan setia karaoke plus-plus di sana. Setiap dia ingin berhubungan intim, dia akan datang ke sana. “Minimal sebulan sekali ke sini,” ujarnya.

Menurut Acak, Mbak Pur di Eks Lokalisasi Kampung Baru mayoritas berusia di atas 35 tahun. Karena itu, dia selalu mencari yang paling muda. “Saya lebih bergairah jika ditemani Mbak Pur muda,” ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk