Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sulap Eks Lokalisasi Kampung Baru Kertosono Jadi Karaoke Plus-Plus (2), Ternyata Segini Pendapatan Mbak Pur Dalam Sebulan

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 24 Juli 2024 | 17:22 WIB
Photo
Photo

Eks-Lokalisasi Kampung Baru di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono masih eksis hingga sekarang. Ini karena pengunjung di sana selalu ada setiap hari. Puluhan pria hidung belang terlihat keluar masuk mulai siang hingga malam hari. Padahal, lokasi bisnis esek-esek ini berada di dekat tempat pemakaman umum (TPU).

“Karaoke di sini buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB,” ujar Mbak Pur, pendamping karaoke plus-plus di Eks Lokalisasi Kampung Baru, Desa Kudu, Kecamatan Kertosono. Setelah pukul 22.00 WIB, belasan rumah karaoke di sana akan tutup. Hal itu untuk membuat warga setempat tidak terganggu. Warga butuh istirahat atau tidur. Penghuni karaoke plus-plus juga ingin kehadiran mereka tidak kena protes atau demo warga.

Karena itu, setelah pukul 22.00 WIB, tidak ada lagi suara musik dangdut koplo dan tawa pengunjung dan Mbak Pur di sana. Eks Lokalisasi Kampung Baru akan seperti rumah warga. Sepi dan hening.

Bagi Mbak Pur, meski jam operasional karaoke plus-plus hanya 13 jam tetapi mereka tidak keberatan. Selama mangkal itu, cewek-cewek pendamping tamu berkaraoke itu sudah mendapatkan pelanggan. “Rata-rata lima tamu dalam sehari,” ujar cewek yang mengaku berusia 26 tahun asal Jawa Barat ini.

Dengan melayani lima tamu, Mbak Pur sudah mendapatkan uang Rp 300 ribu per hari. Plus, uang saweran saat joget bareng dan dipangku. “Dapat lima bungkus rokok,” imbuhnya.

Menurut Mbak Pur, setiap dia melayani tamu berkaraoke, Mama Pur (bukan nama sebenarnya, red) selalu memberi satu bungkus rokok. Tamu yang booking Mbak Pur akan kena charge rokok Mbak Pur. Harga satu bungkus rokok dibanderol Rp 30 ribu. Sehingga, jika lima tamu dilayani maka Mbak Pur akan  menerima lima bungkus rokok.

Mbak Pur mengaku dalam sebulan, dia bisa mendapat uang sekitar Rp 6 juta dari karaoke. Pendapatan itu akan meningkat drastis saat tamu mau diajak ngamar. Karena Mbak Pur di sana tugas utamanya bukan menemani tamu berkaraoke. Tapi, memberi servis plus-plus. Tarif yang ditawarkan adalah Rp 300 ribu. Rp 250 ribu untuk Mbak Pur dan sewa kamar Rp 50 ribu. Jika tamu menawar maka Rp 150 ribu untuk Mbak Pur dan Rp sewa kamar Rp 50 ribu adalah harga nett. Sehingga, jika lima tamu mau mendapat servis plus-plus maka dalam sehari Mbak Pur bisa dapat Rp 750 ribu. Sehingga, sebulan atau 20 hari, dia bisa dapat Rp 15 juta. “Biasanya sebulan libur sepuluh hari karena capek dan menstruasi,” ungkap Mbak Pur yang mengaku berstatus janda dengan satu anak ini.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk Suharono melalui Kabid

 Penegak Perda Sujito mengaku kaget saat mengetahui jika masih terjadi praktik prostitusi di Eks Lokalisasi Kampung Baru. Karena lokalisasi tersebut sudah ditutup sejak 2015. Tidak boleh lagi ada praktik prostitusi. “Nanti akan kami cek. Jika masih ada praktik prostitusi maka akan kami tutup,” tandasnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk