Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

TK Mutiara Insani Pandantoyo Nganjuk Ngungsi ke Masjid, Kok Bisa?

Redaksi Radar Nganjuk • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 20:48 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Puluhan murid TK Mutiara Insani di Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono harus belajar di masjid kemarin. Hal ini setelah gedung yang merupakan aset desa diminta Pemerintah Desa (Pemdes) Pandantoyo. Padahal, selama ini kegiatan TK Mutiara Insani dilaksanakan di gedung tersebut.

Menurut Kepala Desa Pandantoyo Khoirul Anang, gedung yang selama ini digunakan TK Mutiara Insani akan digunakan untuk TK Pertiwi Pandantoyo. Karena selama ini, TK Pertiwi menempati bangunan yang menjadi satu dengan kantor desa. “Ruang kelas yang selama ini digunakan untuk TK Pertiwi Pandantoyo itu akan kami bongkar. Jadi, nanti untuk kantor desa agar representative,” ujarnya.

Khoirul menjelaskan, gedung TK Mutiara Insani adalah aset milik desa. Bangunan tersebut sudah digunakan oleh TK Mutiara Insani sejak tahun 2010 dengan beberapa persyaratan. Salah satu syaratnya adalah Pemdes Pandantoyo boleh mengambil alih bangunan tersebut sewaktu-waktu jika akan digunakan. Karena itu, sejak 2020 lalu, pemdes berencana menggunakan bangunan tersebut. Yaitu untuk digunakan sekolah TK Pertiwi. Sedangkan bangunan TK Pertiwi yang menjadi satu dengan kantor desa akan dilebur dengan kantor desa.

          Musyawarah akhirnya dilakukan sejak 2020. Hasilnya tidak menemukan titik tengah. Kedua belah pihak tetap pada pilihannya masing-masing. Namun karena memiliki bukti kepemilikan dan perjanjian maka Pemdes Pandantoyo akhirnya meminta TK Mutiara Insani untuk meninggalkan gedung. “Kami juga sempat menawarkan merger TK Mutiara Insani dengan TK Pertiwi. Tapi tidak berhasil,” tandasnya.

          Sementara itu, pihak TK Mutiara Insani tak mau berkomentar saat dikonfirmasi wartawan koran ini. Saat ditemui di lokasi, pihak TK memilih untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan koran ini. “Saya tidak komentar saja,” ujar salah satu guru.

          Terpisah, Yuli Azizah, 35, salah satu wali murid TK Mutiara Insani mengaku terkejut dengan kepindahan TK ke masjid yang berjarak sekitar 500 meter. Karena kepindahan tersebut mendadak. “Kami selaku orang tua wali murid kaget karena tiba-tiba TK pindah  ke masjid,” ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk