Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Merasakan Uji Nyali Naik Bus Nganjuk-Surabaya (1-Bersambung), Tak Bisa Tidur karena Sopir Ugal-ugalan Sepanjang Jalan

Redaksi Radar Nganjuk • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 20:52 WIB
Photo
Photo

Bus menjadi transportasi umum yang paling sering mengalami kecelakaan di wilayah Nganjuk. Mayoritas kecelakaan karena sopir bus melanggar rambu-rambu lalu lintas. Akibatnya, bus menjadi transportasi menakutkan bagi sebagian orang.

Pukul 17.20 WIB, wartawan koran ini memutuskan naik Bus Sumber Selamat di Terminal Anjuk Ladang. Kursi paling depan masih kosong. Penumpang lebih memilih duduk di kursi tengah dan belakang. “Jarang yang mau duduk di depan,” ujar Eva Putri, 22, penumpang asal Magetan.

Alasan penumpang ogah duduk di kursi depan ini karena mereka takut melihat bus saat mendahului kendaraan. Karena Bus Sumber Selamat dikenal sebagai raja jalanan. Bahkan, di media sosial, bus ini dianggap lebih cepat dibandingkan kereta api cepat yang ada di Jepang.

Saat wartawan duduk di kursi paling depan, sensasi uji nyali benar-benar terasa.  Pengemudi bus yang mendapat julukan Kodok Ijo langsung tancap gas setelah keluar dari Terminal Nganjuk. Mobil dan truk yang ada di depannya didahului. Klakson terus dibunyikan. Seketika, kendaraan di depan langsung menepi. Sedangkan, kendaraan di depan mau tidak mau memperlambat jalannya. Karena jika nekat, Kodok Ijo pasti akan menabraknya.

Saat di Sukomoro, sang Kodok Ijo pun bercanda. Karena dia melihat Jolodong, temannya yang mengemudikan Bus Sumber Selamat melaju dengan kecepatan tinggi. Kodok Ijo segera pindah jalur. Akibatnya, penumpang kaget. Karena kedua bus itu nyaris bertabrakan. Namun, saat jaraknya beberapa meter, Kodok Ijo segera kembali ke jalurnya. “Jolodong ngajak goyang, yo tak goyang ganti,” ujar Kodok Ijo.

Bagi Eva, sensasi deg-degan naik bus selalu dirasakan saat pulang-pergi dari Magetan ke Surabaya. Setiap bulan, dia pulang kampung. Dia pun mengaku tak bisa tidur selama perjalanan. Karena sopir bus mengemudi dengan cepat. Banting kemudi ke kiri dan kanan dengan cepat. “Ketar-ketir sebenarnya kalau naik bus itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kodok Ijo sendiri mengaku ngebut di jalan karena dia harus segera sampai ke Terminal Bungurasih. Karena dia mendapat target tujuh jam untuk Jogjakarta-Surabaya. “Saya hanya butuh enam jam untuk Jogjakarta-Surabaya,” ujarnya.

Dengan bisa datang lebih cepat, Kodok Ijo mengaku bisa beristirahat lebih lama. “Bisa tidur di Bungurasih lebih lama jika datangnya lebih cepat,” ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk