Bus Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu menjadi bus yang paling menakutkan. Karena dua bus ini dianggap sebagai raja jalanan di Pulau Jawa. Aksi ngebut dan ugal-ugalan sopir membuat bus ini sering mengalami kecelakaan di jalan raya. Anehnya, meski menakutkan tetapi Bus Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu tidak pernah sepi penumpang.
“Kalau tidak naik Bus Sumber Selamat atau Sugeng Rahayu, rasanya kurang marem,” ujar Gandi Yuda Tama, 24, warga Kecamatan Kertosono. Gandi rela menunggu Bus Sumber Selamat atau Sugeng Rahayu di halte Kertosono. Padahal, bus-bus yang lain sudah ada yang datang. Namun, dia tetap berdiri di tepi jalan.
Menurut Gandi, meski Bus Sumber Selamat atau Sugeng Rahayu berangkat paling belakang, dia optimistis, akan tiba di Surabaya lebih cepat. Karena aksi ngebut sopir Bus Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu tidak perlu diragukan. Sudah teruji. Sopir akan mendahului kendaraan dari sisi kanan maupun kiri. Tak peduli apakah itu truk, mobil, motor, atau bus.
Gandi mengatakan, dengan aksi ngebut tersebut banyak yang mengatakan jika naik Bus Sumber Selamat atau Sugeng Rahayu akan cepat sampai. “Cepat sampai tujuan atau akhirat,” ujarnya sambil tertawa.
Hal senada diutarakan Sidiq Karyono, 26. Pria asal Magetan yang naik Bus Sumber Selamat di Terminal Anjuk Ladang ini mengaku menjadi pencinta Bus Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu. Dia selalu naik bus tersebut jika ingin ke Surabaya atau pulang ke Magetan. “Sejak kuliah di Surabaya, saya selalu naik Bus Sumber Selamat atau Sugeng Rahayu,” ujarnya.
mengatakan, meski sopir bus ugal-ugalan tetapi bagi pencinta bus, hal itu menjadi sensasi tersendiri. Justru, dia merasa tidak nyaman jika naik bus yang pelan. “Kalau tidak ngebut dan nyalip itu tidak naik bus,” ujarnya.
Karena itulah, sopir Bus Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu memiliki julukan yang unik. Ada yang mendapat julukan ‘Kodok Ijo, Ratu Moeeza, Kardus Balap, dan Jolodong’. “Penggemarnya itu ribuan orang untuk masing-masing julukan itu,” ungkap Sidiq.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk