Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Rp 175 Ribu Dapat Pijat dan BO , PSK Gay Nganjuk Tawarkan Diri di Medsos

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 14 Agustus 2024 | 02:10 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan warga Nganjuk yang menjadi gay memicu munculnya praktik prostitusi. Saat wartawan koran ini melakukan penelusuran ke sejumlah media sosial (medsos), terungkap jika gay juga menawarkan diri untuk melayani plus-plus. Namun, mereka mengemasnya dengan pijat plus-plus. “Jika pijat dan BO (Booking Out) tarifnya Rp 175 ribu,” ujar GA, 26, salah satu gay di Kabupaten Nganjuk.

Namun, jika hanya pijat, GA hanya mematok tarif Rp 100 ribu. Tarif tersebut sudah termasuk kamar dan durasi pijat 75 menit. Namun, pelanggan harus datang ke kamar kos GA. Kamar kos itu dijadikan tempat praktik pijatnya.

Untuk servis plus-plus Rp 75 ribu, GA mengatakan hanya melayani sekali permainan. Tidak ada ronde kedua atau ketiga. Setelah selesai, pelanggan harus membayar sesuai kesepakatan. “Jika mau nambah bayar lagi Rp 75 ribu per permainan,” ujarnya.

Selain melayani pelanggan di kamar kos, GA juga bersedia melayani pelanggan di luar kamar kos. Biasanya dia dibooking di hotel. “Kalau di luar kamar kos, saya bisanya hanya Sabtu dan Minggu saja,” ujarnya.

GA mengaku hanya menggunakan media sosial (medsos) untuk menawarkan dirinya. Karena di grup Facebook (FB), dia sudah tergabung dengan komunitas gay yang ada di Nganjuk. Sehingga, siapa gay yang ingin merasakan servisnya tidak perlu bingung mencarinya. “Saya sebagai bottom (gay yang feminim, red),” ungkapnya.

Karena gay, GA mengatakan, statusnya sebagai pekerjaan seks komersial (PSK) sulit terdeteksi. Bahkan, teman-temannya juga tidak mengenalinya. Sehingga, saat pelanggan keluar masuk kamar kos tidak ada yang curiga. “Kami sama-sama laki-laki jadi aman,” ujarnya.

Sebagai PSK gay, GA mengaku, tidak lagi mencari teman di grup FB. Dia hanya bertujuan mencari uang. Sehingga, dia hanya mengirimkan nomor WhatsApp (WA) dan deskripsi tentang dirinya. Mulai dari usia, posisinya sebagai bottom, lokasi, dan tarif. “Banyak yang tertarik dengan saya,” ujarnya.

Untuk diketahui, warga Nganjuk yang menjadi gay mencapai ribuan orang. Hal itu terungkap dengan adanya ribuan akun di grup FB. Mereka tergabung dalam grup ‘Gay tanjunganom nganjuk’, ‘gay Nganjuk’, dan ‘Gay Kertosono Nganjuk’. Dari ketiga grup FB itu ‘Gay tanjunganom nganjuk dan Gay Kertosono Nganjuk’ yang paling aktif hingga saat ini. Anggota Gay tanjunganom sebanyak 1,9 ribu anggota. Lalu, Gay Kertosono Nganjuk memiliki 1,8 ribu anggota. Dua grup FB tersebut telah ada sejak beberapa tahun lalu. Dari data yang tercantum, ‘Gay tanjunganom’ sudah ada sejak 21 Mei 2020. Grup tersebut dibuat oleh akun dengan bernama Rino. Sedangkan, Gay Kertosono Nganjuk sudah ada sejak 4 Juli 2021. Grup tersebut dibuat oleh akun bernama Tio.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk