NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pelanggan pertalite di Kota Angin mulai waswas. Karena Pertamina akan mewajibkan pembelian pertalite dengan scan barcode dalam waktu dekat. Dengan tujuan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran. “Semua pembeli pertalite wajib memiliki scan barcode terlebih dahulu,” terang Section Head Commrel Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan kepada wartawan koran ini.
Lalu kapan hal itu dilakukan? Menanggapi pertanyaan itu, Taufiq mengatakan, penggunaan barcode akan dilakukan dalam waktu dekat. Hingga kemarin Pertamina masih melakukan sosialisasi pada seluruh pengguna kendaraan bermotor di Jawa Timur.
Taufiq lalu mencontohkan di Nusa Tenggara. Di sana, masa sosialisasi hanya berlangsung selama satu bulan. Setelah itu, penerapan pembelian pertalite dengan barcode bisa dilakukan. “Lebih cepat akan lebih baik,” tambahnya.
Untuk mendapat barcode, pemilik kendaraan harus mendaftar di website yang sudah disediakan oleh Pertamina. Setelah mendaftar, pemilik kendaraan bermotor akan mendapat barcode. Barcode tersebut bisa disimpan di masing-masing ponsel atau dicetak dan ditempelkan di kendaraan bermotor.
Saat membeli pertalite, barcode tersebut harus ditunjukkan ke petugas SPBU. Setelah discan, petugas dapat melihat apakah orang tersebut layak mendapat BBM bersubsidi atau tidak.
SPBU tidak akan melayani pembelian tanpa adanya barcode. Sebagai gantinya, pembeli yang tidak memiliki barcode akan disuruh untuk membeli BBM nonsubsidi. “Nantinya pembelian pertalite akan dibatasi. Tergantung jenis kendaraan,” tandasnya.
Taufiq mengatakan, ada alasan terkait kebijakan itu. Salah satunya untuk mencegah penyelewengan pembelian BBM bersubsidi. Dengan adanya barcode, Pertamina berharap penjualan BBM bersubsidi dapat tepat sasaran. “Hal itu juga untuk mencegah pembelian BBM untuk selanjutnya diecer,” tambahnya.
Sementara itu, Baihaqi, 27, warga Desa/Kecamatan Berbek mengaku keberatan dengan peraturan yang akan diterapkan Pertamina. Karena menurutnya, hal itu akan menyusahkan para konsumen. Terlebih bagi konsumen yang gaptek.
Meski demikian, di satu sisi lainnya, Baihaqi mendukung penjualan BBM bersubsidi yang tepat sasaran. Dengan tujuan agar BBM tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.“Semoga saja tidak ribet,” harapnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk