NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Perbaikan Jembatan Lama Kertosono yang putus belum dilakukan. Hingga kemarin rangka jembatan yang putus masih bersandar di tiang pondasi. Sehingga, jika pondasi sampai ambruk maka rangka jembatan akan tercebur ke Sungai Brantas. "Sulit mengambil rangka jembatan jika sudah tercebur ke Sungai Brantas," ujar Mualimin, 52, warga Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono.
Selain sulit mengambil rangka jembatan yang dibuat pada masa penjajahan Belanda itu, jika jembatan ambruk akan sangat berbahaya bagi warga. Karena ada warga yang beraktivitas mencari ikan di bawah jembatan. "Rangka jembatan bisa menimpa orang," ungkap Mualimin.
Karena itu, kakek dua cucu ini meminta agar pemerintah membongkar Jembatan Lama Kertosono. Kemudian, memperbaiki atau membangun ulang. "Mudah-mudahan ada perbaikan atau membangun jembatan baru," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi berharap Jembatan Lama Kertosono segera diperbaiki dalam waktu dekat. Dia juga berpendapat kondisi jembatan sangat berbahaya. “Posisinya sudah sangat berbahaya karena pondasi yang sudah miring,” terangnya.
Amin menjelaskan, jembatan itu memiliki nilai sejarah. Setidaknya catatan sejarah itu terjadi pada tahun 1948 lalu. Saat Agresi Militer II oleh Belanda. Di waktu itu, jembatan tersebut menjadi medan pertempuran. Yaitu antara warga Indonesia melawan pasukan Belanda.
Saat itu pasukan Belanda baru saja melakukan agresi militer di Kota Surabaya. Tujuan selanjutnya adalah melakukan agresi di beberapa kota di sebelah barat Kota Surabaya. Salah satunya Kabupaten Nganjuk.
Agar agresi dapat dihentikan, warga mencoba melakukan perlawanan. Caranya adalah dengan menyerbu pasukan Belanda saat melintasvdi Jembatan Lama Kertosono. Cara itu berhasil. Banyak korban jiwa dari pihak Belanda. “Saat itu warga lokal nyanggong untuk menyerang pasukan Belanda,” tambahnya.
Banyak catatan sejarah lain yang terjadi di Jembatan Lama Kertosono. Oleh sebab itu, Amin berharap, agar segera ada perbaikan pada jembatan yang sudah putus sejak Selasa (10/9). Dengan tujuannya untuk menjaga agar jembatan tidak rusak lebih parah lagi.
Menurut Amin, perbaikan harus dikebut. Salah satu alasannya adalah musim penghujan yang akan datang dalam waktu dekat. Ditakutkan kerusakan dapat lebih parah saat debit Sungai Brantas naik di musim penghujan. “Air yang mengenai pondasi dapat memperparah kondisi jembatan,” tandasnya.
Untuk diketahui, Jembatan Lama Kertosono putus pada Selasa (10/9/. Putusnya rangka jembatan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Karena saat putus, tidak ada orang yang sedang menyeberang.
Belum diketahui pasti penyebab putusnya jembatan. Namun dari dugaan awal, jembatan putus karena kondisi yang sudah tua. Bagian besi penyangga di jembatan tersebut terlepas. Bengkok ke arah samping. Alhasil jembatan langsung ambles ke bawah.
Pasca kejadian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk langsung bergerak. Salah satunya adalah bersurat ke Pemprov Jatim agar segera memperbaiki jembatan.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk