NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Bjorka, seorang hacker yang dikenal karena aksinya yang berani dan kontroversial, kembali mengejutkan dunia maya dengan aksinya yang membocorkan sekitar 6 juta data NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Data lainnya yang terungkap mencakup informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor telepon, email, serta rincian pribadi lainnya.
Yang sangat mengejutkan, informasi yang bocor mencakup data pribadi Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan beberapa menteri penting lainnya. Data tersebut kini beredar di pasar gelap dengan harga sekitar 150 juta rupiah, menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran keamanan ini. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran yang serius di kalangan pejabat dan masyarakat.
Isu kebocoran data ini telah menjadi sorotan utama di media sosial. Pengguna internet di Indonesia secara aktif menyuarakan kritik terhadap sistem keamanan siber yang ada saat ini. Banyak dari mereka yang merasa kecewa dengan lemahnya perlindungan data pribadi di Indonesia.
Seperti yang diungkapkan oleh beberapa pengguna Twitter, @eMbahNyutz, menulis "Memang +62 adalah negara open source. Lossss kabeh ????”
Pengguna lain, @cishaalishba, mengatakan "Capek bgt jadi WNI"
Sementara itu, @bibbleayy, mencuit "Mau pindah aja deh gue. Di Indo ngeri lama-lama"
Pihak yang berwenang telah menanggapi insiden ini melalui akun Twitter @CCICPolri: "Kami akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap kasus yang dimaksud," terangnya. Dengan upaya tersebut, diharapkan dapat melindungi data dan informasi sensitif dari ancaman yang mungkin muncul, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keamanan sistem yang ada.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk