NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Proses pembangunan Jembatan Kecubung memasuki tahap akhir. Hingga kemarin progres pembangunan jembatan sudah mencapai angka sekitar 80 persen. Bahkan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pace dan Sukomoro itu sudah tersambung. “Progres sampai saat ini (kemarin, Red) sudah mencapai 84 persen,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Ony Supriyono kepada wartawan koran ini.
Ony menjelaskan, pembangunan jembatan memang dikebut. Setelah sebelumnya pekerja fokus pembangunan abutmen, kini pekerja fokus membangun rangka jembatan. Bahkan jembatan tersebut sudah tersambung dengan lima gelagar baja yang digunakan untuk rangka. Yang menarik, tidak ada pilar di tengah jembatan. Hal ini berbeda dengan Jembatan Kecubung lama. “Kami sengaja tidak menggunakan pilar di tengah jembatan agar sampah dan kayu tidak nyangkut di tengah jembatan,” ujarnya.
Setelah pemasangan gelagar baja, pembangunan kerangka jembatan dapat dilakukan. Setidaknya pemasangan gelagar itu memerlukan waktu beberapa hari lagi. Lalu, pembangunan rangka selama beberapa minggu. “Setelah itu baru finishing dengan pengaspalan jembatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ony mengatakan, kendaraan roda empat sudah bisa melewati jalan di sebelah utara jembatan. Karena pengecoran dan pemadatan tanah di lokasi tersebut sudah rampung. Sebelumnya, lokasi tersebut sempat ambles sebelumnya. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas di sana.
Meski dibuka, namun masih ada rekayasa arus lalu lintas yang diberlakukan. Yaitu bisa digunakan untuk satu arah secara bergantian. Alasannya karena masih banyak material bangunan yang berada di samping jalan raya. “Semoga jalan di sisi utara jembatan dapat segera berfungsi normal,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, perbaikan Jembatan Kecubung menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk tahun 2024. Totalnya mencapai Rp 3,8 miliar.
Nantinya jembatan tersebut akan memiliki bentuk berbeda dari jembatan lama. Salah satunya dari lebar jembatan. Untuk jembatan lama memiliki lebar 5 meter. Sedangkan, jembatan baru akan memiliki lebar 7,5 meter. Untuk panjang jembatan tak mengalami perubahan. Yaitu, tetap 18 meter.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk