NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) semakin indah kemarin. Karena bunga tabebuya di sepanjang Jalan A. Yani Nganjuk bermekaran. Dari pantauan wartawan koran ini, ada puluhan pohon tabebuya di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Dari puluhan pohon itu, bunga mereka mulai bermekaran sejak awal pekan ini. Warna dari bunga tabebuya sangat bervariasi. Mulai dari putih, ungu, hingga kuning. Tak ayal hal itu menjadi sasaran jepretan masyarakat di Kota Angin. “Indah sekali seperti bunga sakura di Jepang,” ujar Windaningrum, 25, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk.
Menurut Windaningrum, bunga tabebuya saat bermekaran sangat menarik.Apalagi, warnanya berwarna-warni. Cocok untuk foto. “Jadi keren kalau foto dengan background tabebuya,” ujarnya.
Namun sayang, tak semua pohon tabebuya bermekaran di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Karena beberapa di antaranya ada yang mati. Hal itu yang membuat Winda menyayangkan hal tersebut. Dia pun berharap ada penanganan khusus bagi pohon yang sudah mati. Tujuannya agar saat bunga tabebuya bermekaran, Jalan Ahmad Yani menjadi kian cantik.
Diketahui jika bunga tabebuya bukan hanya indah untuk dilihat. Namun hal itu juga sebagai penanda jika musim penghujan akan segera tiba. Karena bunga tersebut umumnya akan mekar ketika memasuki pergantian musim. Yaitu, dariu musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
“Bunga tabebuya yang bermekaran bisa menjadi penanda pergantian musim,” terang Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto kepada wartawan koran ini.
Harto mengatakan, musim hujan tinggal menunggu hitungan hari. Karena musim Kabupaten Nganjuk akan memasuki musim hujan di bulan ini. Dari prediksi BMKG Sawahan Nganjuk, pergantian dari musim kemarau ke musim hujan akan dibagi ke dalam dua waktu.
Harto menyebut, mayoritas kecamatan di Kabupaten Nganjuk akan masuk musim hujan di dasarian ketiga Oktober. Kecuali Kecamatan Kertosono, Ngronggot, dan Prambon yang baru akan memasuki musim hujan di dasarian kedua November. “Intensitas hujan masih akan rendah untuk awal-awal bulan ini,” tandasnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk