NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Muhammad Agus, 24, pendaki asal Jakarta akhirnya ditemukan tadi malam. Sayang, pria asal Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat tersebut sudah dalam kondisi tak bernyawa. "Kami menemukan jenazah Agus di jurang," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Gunarto.
Untuk evakuasi jenazah dilaksanakan malam hari karena lokasinya sulit dijangkau. Keberhasilan menemukan Agus tersebut setelah petugas menyisir selama enam hari. Sesuai dengan ketentuan, pencarian hanya dilakukan maksimal tujuh hari. Jika sudah seminggu maka pencarian akan dihentikan. Karena itu, kemarin, petugas melakukan segala upaya dilakukan. Mulai dari menyisir seluruh jalur pendakian hingga menggunakan drone. Namun sayang, upaya itu juga tidak membuahkan hasil. “Handphone milik korban juga tak bisa dihubungi,” keluh Gunarto.
Menurut Gunarto, diperkirakan Agus masih hidup. Karena saat dia dilaporkan hilang, korban membawa bekal makanan dan minuman dua rekannya. Makanan dan minuman itu cukup untuk tujuh hari. Bahkan, Agus juga bisa bertahan hidup di Gunung Wilis karena dia seorang pendaki. Bisa makan dan minum dari apa yang ditemukan di gunung. “Jika korban hanya tersesat maka peluang selamat itu sangat besar,” ujarnya.
Untuk diketahui, Agus bersama dua rekannya melakukan pendakian ke Gunung Wilis melalui Jalur Sekartaji, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Pendakian dilakukan pada Rabu siang (9/10). Keesokan harinya, Agus bersama dua rekannya kembali turun. Ketiganya sempat terpisah di pos zero. Saat itu Agus mendahului dua rekannya.
Sampai di pos registrasi kedua rekan korban tidak melihat Agus. Petugas registrasi juga mengatakan jika Agus belum sampai di pos tersebut. Agus akhirnya dilaporkan hilang. Pencarian mulai dilakukan keesokan harinya. Jumlah pencari terus ditambah. Tidak hanya oleh 50 petugas dan BPBD dan Basarnas. Namun, juga oleh puluhan warga lokal.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk