NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Perampokan di Indomaret semakin marak. Setelah perampokan terjadi di Kota Kediri, kemarin, giliran Indomaret di Desa/Kecamatan Loceret menjadi sasaran perampok. Dengan berbekal parang, seorang pria dengan memakai penutup muka mengancam dua kasir dan menguras uang di brankas sekitar Rp 20 juta.
Menurut M. Ferdy Arta, kasir Indomaret, aksi perampokan itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Ferdy bersama temannya tidak menduga jika pria yang masuk Indomaret sendirian adalah perampok. “Saya menganggap dia pembeli biasa,” ujarnya.
Saat Ferdy lengah, tiba-tiba pria tersebut sudah berada di belakangnya. Kemudian, mengancam dia dan temanya dengan parang. Parang diletakkan di lehernya. Sedangkan, tangan kiri pelaku sudah mencengkram kerah baju bagian belakang milik Ferdy.
Ferdy yang mengetahui hal itu langsung panik. Saat mencoba menoleh ke belakang, pria tersebut sudah memakai penutup wajah. Sedangkan, teman Ferdy tidak bisa berbuat apa-apa. Dia memilih untuk berdiam diri.
Tanpa basa basi, perampok itu langsung menyeret Ferdy ke gudang. Karena perampok mengetahui jika di gudang ada brankas untuk menyimpan uang. Ferdy dipaksa memberikan kata sandi dari brankas. Setelah terbuka, perampok itu langsung mengambil uang. “Uangnya sekitar Rp 20 juta di brankas,” ujar Fredy .
Setelah mengambil uang, perampok itu keluar dari Indomaret dengan berjalan kaki. Kemudian, kabur ke arah timur. Setelah pelaku kabur, Ferdy dan temannya meminta pertolongan ke warga. “Rampok... Tolong ada perampok... Rampok...,”teriak Ferdy dan temannya sambil keluar Indomaret.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan. Sayang, perampok sudah kabur. “Saat kami datang, perampoknya sudah tidak ada,” sambung Muhammad Safi’i, 45, warga setempat.
Safi’i mengaku tidak mengetahui apakah perampok lari atau naik motor. Namun, jika melihat pelaku sudah menghilang saat warga berdatangan, kemungkinan dia naik kendaraan. “Mungkin ada temannya yang sudah menunggu di luar Indomaret,” ujarnya.
Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polres Nganjuk. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan. Hal ini untuk mendapatkan barang bukti yang bisa dijadikan alat untuk menangkap perampok. “Kami masih menyelidiki kasus perampokan ini,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Julkifli Sinaga kemarin.
Sinaga mengatakan, polisi akan berusaha keras menangkap perampok. Pihaknya juga meminta keterangan saksi-saksi. “Semoga segera tertangkap,” harapnya. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk