NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Polisi memburu perampok di Indomaret Loceret kemarin. Hingga kemarin, polisi mengaku sudah memiliki beberapa barang bukti. Salah satunya adalah rekaman closed circuit television (CCTV). Di rekaman CCTV Indomaret tersebut, petugas melihat aksi perampok yang memakai penutup muka melancarkan aksinya pada Kamis (14/11) sekitar pukul 03.00 WIB. Dia masuk Indomaret dengan memakai penutup muka. Sayang, saat masuk tersebut, kasir Indomaret tidak melihatnya. Karena mereka duduk di lantai dengan bermain handphone.
Kasir Indomaret yang bernama M. Ferdy Arta baru menyadari ada perampok saat di belakangnya ada pria dengan menodongkan parang di lehernya mengancam. Dia meminta kasir Indomaret itu untuk menunjukkan brankas uang di gudang. Kemudian, perampok menggelandang Ferdy ke brankas. Setelah menguras uang di brankas, perampok kabur. Saat itu, Ferdy dan temannya tidak melakukan perlawanan. “Pelaku keluar Indomaret dengan jalan kaki,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Julkifli Sinaga kepada wartawan koran ini kemarin.
Setelah mendapatkan rekaman CCTV di dalam Indomaret, petugas mengecek rekaman CCTV di luar toko modern itu. Hasilnya, terlihat perampok berjalan ke arah timur Indomaret. Kemudian, menghilang.
Sinaga mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah perampok beraksi sendirian atau ada temannya. Karena di rekaman CCTV, tidak terlihat teman pelaku. Yang jelas, aksi perampokan itu benar-benar terjadi.
Berbekal rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi, polisi memburu perampok. Harapannya, dalam waktu dekat, pelaku bisa tertangkap. Sehingga, motif perampok menyatroni Indomaret Loceret dan alasannya merampok bisa terungkap.
Sementara itu, M. Ferdy Arta, kasir Indomaret Loceret mengaku tidak mengenal perampok. Karena saat beraksi, pelaku menggunakan penutup muka. Dia hanya bisa melihat mata pelaku. Selain itu, saat pelaku mengancamnya dengan parang, Ferdy mengaku ketakutan. Karena kejadian itu pertama kali dialaminya. Hal yang sama dialami temannya. Sehingga, temannya tidak berbuat apa-apa saat melihat Ferdy digelandang ke gudang untuk menunjukkan brankas. “Uang yang diambil di brankas sekitar Rp 20 juta,” ujarnya.
Ferdy mengatakan, dia dan temannya langsung berteriak meminta pertolongan setelah perampok meninggalkan Indomaret. Beberapa menit kemudian, warga berdatangan. Sayang, pelaku sudah menghilang. Kejadian itu segera dilaporkan Ferdy ke polisi. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk