NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penyanyi dangdut Irenne Ghea Monderella menumpahkan kekesalannya saat menjadi bintang tamu acara kopi darat (Kopdar) pecinta sepeda motor CB se-Indonesia yang digelar di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Alasannya karena mobil miliknya menjadi sasaran perusakan pada Sabtu malam (14/12).
Kekesalan itu ditumpahkan di media sosial (medsos) Instagram dengan nama @irenneghea__real miliknya. Semuanya bermula ketika Ghea hendak masuk ke lokasi acara. Namun karena saking banyaknya pengunjung, mobil Ghea akhirnya tidak bisa masuk.
“Aku nyanyi sudah bertahun-tahun menghadapi ribuan orang yang lebih dari ini, tapi baru kali ini panitiannya benar-benar gak bertanggung jawab sama sekali,” keluh Irenne di story Instagram miliknya.
Namun bukan hanya hal itu yang membuat Irenne kesal. Puncaknya adalah ketika mobil miliknya menjadi sasaran perusakan oleh pengunjung. Mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi (nopol) B 2852 RFD itu dirusak dengan cara dibaret.
Kejadian itu bahkan terekam dengan kamera milik Irenne. Saat dia hendak masuk ke lokasi, terdengar suara ketukan-ketukan pukulan yang dilakukan oleh pengunjung ke mobil miliknya.
Setelah selesai acara, Irenne mengecek kondisi mobilnya. Hasilnya ada bekas baretan yang berada di mobil. Baretan itu berada di setiap sisi mobil miliknya. Mulai dari samping, depan, hingga belakang. “Biasanya kalau ada mobil penyanyi lewat pasti dikasih jalan, ini nggak malah dirusak dan teman-temanku ternyata juga jadi korban CB. RIP kemanusiaan,” tambahnya.
Kejadian yang menimpa Irenne ternyata tidak menjadi satu-satunya masalah dari kopdar CB. Karena di waktu bersamaan, muncul sebuah video toko modern yang diserbu oleh peserta kopdar. Toko modern yang berada di Kelurahan Warujayeng itu bahkan disebut merugi hingga jutaan rupiah. Penyebabnya karena beberapa makanan dan minuman yang hilang dicuri.
Menanggapi dua kejadian itu, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Julkifli Sinaga mengatakan, akan melakukan penyelidikan. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi. Jika nantinya kedua kejadian itu benar terjadi, polisi akan melakukan tindakan tegas kepada para pelaku.
Sayang, hingga kemarin (16/12), Sinaga mengatakan belum ada laporan terkait dua kejadian itu. Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan selama acara tersebut untuk segera melapor ke pihak kepolisian. “Sampai sekarang (kemarin, Red) belum ada laporan. Warga bisa langsung melapor ke kantor polisi jika jadi korban,” tegasnya. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk